Waduh…..Lukisan Rp41,7 Miliar Hilang Diduga Terbuang ke Tempat Sampah

Ilustrasi pameran lukisan. (VIVAnews/Ikhwan Yanuar)

VIVAlife – Tiongkok sedang digemparkan dengan berita hilangnya lukisan milik seniman Cui Ruzhuo, di Grand Hyatt Hotel. Ini bukanlah karya seni biasa. Pasalnya, benda tersebut baru saja dilelang puluhan miliar rupiah.

Balai lelang Poly Auction melaporkan kasus ini kepada polisi, sehari setelah lukisan tersebut dilelang seharga US$3,7 juta atau setara dengan Rp41,7 miliar.

Sejauh ini, CCTV hotel telah diperiksa. Ada dugaan bahwa lukisan yang dibuat pada tahun 2012 itu dipindahkan oleh seorang petugas kebersihan. Hal ini memunculkan kekhawatiran bahwa lukisan tersebut tidak sengaja terbuang bersama sampah lainnya tempat pembuangan sampah kota.

Meski demikian, kabar ini belum bisa dikonfirmasi oleh pihak lelang maupun polisi. Sementara itu, Direktur Komunikasi Grand Hyatt Hotel, Gladis Young mangatakan, staf mereka tidak terlibat karena acara yang berkaitan barang berharga biasanya merekrut tenaga kerja eksternal untuk menjaga keamanan barang.

Hilangnya lukisan ini menjadi berita heboh karena termasuk barang langka yang dilelang dengan harga tinggi. Selain itu, benda langka lain yang memecahkan rekor lelang dunia adalah porselen Tiongkok seharga US$36,3 juta, atau setara dengan Rp409 miliar

Lagi

Implan Payudara Wanita Ini Bergeser ke Perut dan Punggung

to)

Ilustrasi bedah implan payudara (istockphoto)
VIVAlife – Korban implan payudara bertambah satu lagi. Kali ini menimpa wanita asal Tiongkok, Tian Hui. Niat mendapatkan payudara indah, justru berakhir menjadi mimpi buruk baginya.
Bentuk dada Tian yang tadinya indah, kembali ke bentuk semula. Dan bahan implan itu bergeser ke bagian perut dan punggungnya.

Lagi

Berisik Saat Bercinta, Pria Ini Dipenjara 6 Bulan

Ilustrasi bercinta. (iStockphoto)

VIVAlife – Saat bercinta, suara yang dikeluarkan pasangan bisa jadi tanda kepuasan atau hasrat untuk merangsang gairah. Namun suara pria asal Italia bernama Romeo Artemio Lori justru membawa sial.

Suara itu membuatnya harus masuk penjara selama enam bulan. Siapa yang menjebloskannya? Tetangganya sendiri. Sebab, perilaku seks Romeo dan pasangannya dinilai mengganggu tidur para tetangga.

Tak tanggung-tanggung, ada 12 tetangga yang mengadukan pria 42 tahun itu. Mereka mengadu pada pihak berwajib lantaran suara Romeo tak lagi sekadar desahan pembangkit gairah bercinta. Bagi mereka, itu lebih mirip suara bising.

Pengadilan memutus, Romeo bersalah. Namun, pria itu tak puas. Ia merasa sama sekali tak bersalah. Mengutip lamanMirror, Romeo mengklaim diri sebagai pria hebat soal bercinta. Suara yang ia keluarkan tidak bising, melainkan sebuah desahan untuk pasangan.

Untuk itu, ia berencana mengajukan banding secepatnya.

Ekspresi

Bersuara saat bercinta, sejatinya merupakan ekspresi kenikmatan. Dalam ilmiah, itu disebut copulatory vocalization. Ekspresinya bisa berupa desahan, teriakan, erangan, kata-kata tak pantas, rintihan, tawa, bahkan tangis. Biasanya, itu juga dibarengi gerakan tubuh yang ritmik.

Wanita dianggap lebih “vokal” saat bercinta dibanding pria. Selain melakukannya saat nyaris mencapai klimaks, teriakan juga dilontarkan demi menumbuhkan rasa percaya diri pada pasangan. Itu juga bisa menjadi sinyal komunikasi

Lagi

Pria Ini Ingin Dikubur Bersama Mayones Kesukaannya

Pria Ini Ingin Dikubur Bersama Mayones Kesukaannya  

Ilustrasi kematian. Forbes.com

TEMPO.CONorth Carolina – Cinta Larry Clinton pada mayones akan dibawanya ke alam baka. Pria asal Carolina Utara berusia 67 tahun ini berencana dikremasi bersama mayones dan abunya ditempatkan dalam kemasan makanan kesukaannya itu. 

Clinton, yang kondisi kesehatannya tak prima belakangan ini, mengemukakan keinginannya itu kepada Teresa Clinton-Edge, anaknya. Sang anak kemudian mengontak CF Sauer, produsen mayones favorit ayahnya. 

Semula Teresa pesimis permintan ayahnya bakal terpenuhi. Apalagi, tak ada kemasan mayones yang cukup besar untuk mewadahi seluruh abu ayahnya. 

Namun, di luar dugaan, perusahaan berusia 126 tahun itu setuju membantu, termasuk menyediakan dua guci khusus lengkap dengan label yang disesuaikan untuk menyimpan abu ayahnya.

Mark Sauer, wakil presiden eksekutif perusahaan itu, mengatakan keinginan Clinton adalah permintaan yang sulit untuk ditolak. “Jika seseorang meminta sesuatu seperti itu, Anda tidak bisa mengatakan tidak. Kami telah bekerja sama dengan pembuat label kami selama 30 tahun, dan mereka akan melakukan apa pun yang kami minta,” katanya. 

Permintaan Clinton adalah yang terbaru terkait dengan “permintaan aneh sebelum kematian”. Sebelumnya, Mark Gruenwald, editor Marvel Comics, ingin abunya dicampur dengan tinta dan digunakan di salah satu majalah terbitan perusahaan itu.

Hunter S. Thompson, penulis gonzo, ingin abunya disebar dengan kembang api, sedangkan Frederic Bauer, yang menemukan keripik Pringles, ingin dimakamkan di dalam kaleng Pringles.

Clinton berniat tetap menikmati kelezatan mayones hingga maut menjemput. “Anda harus menyadari saya tidak takut mati, tidak ada yang perlu ditakutkan soal kematian,” kata Clinton pada ABC News Lagi

8 Candu Aneh, dari Minum Bensin Hingga Makan Popok

Pakkirappa Hunagundi, pria pemakan batu dari India. (Dok. NaijaGists)
 VIVAlife – Makanan lezat memang bisa membuat orang menjadi kecanduan. Tapi apa jadinya jika yang dicandu adalah benda-benda yang tidak lazim dikonsumsi manusia?

Seperti pekerja bangunan, Pakkirappa Hunagundi. Pria asal India ini menjadi berita utama karena kebiasaannya mengonsumsi batu bata. Ia bukan satu-satunya, beberapa orang ini kecanduan makanan aneh seperti popok kotor, isi lemari pakaian hingga darah.

Brian Taylor, minum bensin

Jika banyak orang mendatangi pom bensin untuk mengisi ulang bahan bakar kendaraan mereka, berbeda dengan Brian Taylor. Ia datang ke pom bensin, justru untuk meminum bensin tersebut.

Pria ini kecanduan gas dan bensin. Mirror pertama kali melaporkan candu Taylor terhadap gas dan bensin pada tahun 2005. Ia pernah ketahuan menyelinap di sebuah pom bensin pada 4 Februari 2005 untuk mencuri bahan bakar.

Taylor sebenarnya pernah mencoba mengatasi kecanduannya pada gas dan bensin. Tapi saat menghadiri sebuah pertemuan, ia diusir oleh petugas. Penyebabnya, bau bensin yang sangat kuat pada tubuh Taylor dikhawatirkan bisa memicu kebakaran.

Charlotte Cook, makan karpet

Si kecil Charlotte Cook tidak bisa menghentikan kebiasaannya mengonsumsi karpet dan sofa kain di rumahnya. Kebiasaannya itu jelas membuat ibunya ketakutan, sebab bisa saja karpet dan sofa kain itu membunuhnya.

Setelah ditelusuri, gadis berusia lima tahun ini menderita autisme dan gangguan makan ekstrem yang disebut pica. Pica adalah penyakit pola makan yang aneh. Penyebabnya hingga kini masih belum diketahui dengan jelas. Tapi beberapa peneliti menduga kurangnya zat besi dan anemia memicu pola makan tersebut.

Julia Caples, minum darah

Ibu dua anak ini disebut sebagai vampir dalam kehidupan nyata. Sebutan itu diberikan bukan tanpa sebab. Julia benar-benar menyukai darah.

Caranya meminum darah pun persis seperti sosok vampir yang dikisahkan dalam film. Menggigit manusia dan menyedot darahnya. Hanya saja, manusia yang diambil darahnya ini, dengan senang hati memberikannya pada Julia dan tidak ikut berubah menjadi vampir.

Wanita berusia 45 tahun ini, bisa mengonsumsi darah hingga dua liter per bulan. Kebiasaannya itu sudah dilakukan selama 30 tahun saat ia membesarkan kedua anaknya, Alexi dan Ariel.

Keyshia, makan popok kotor

Wanita asal Queens, Ne York ini memiliki kebiasaan yang cukup aneh dan tergolong jorok. Bagaimana tidak, Keyshia senang mengendus dan mengunyah popok bayi beserta kotorannya. Ia bahkan mengklaim, popok tersebut memiliki rasa seperti permen asam.

“Aku menyukainya. Ini adalah selera yang menakjubkan. Air seni yang berada di dalam popok ini luar biasa, semakin berat popoknya jauh lebih baik,” ujarnya.

Kelly-Marie Pearce, makan spons

Mengidam saat hamil adalah wajar. Bahkan beberapa wanita sering mengingingkan hal aneh saat sedang mengandung. Tapi yang diidamkan oleh Kelly bukan hanya sekadar aneh.

Ibu dua anak ini, senang mengonsumsi spons dan pasir saat ia tengah mengandung. Itu dilakukannya sejak ia melihat pasir dalam kandang burung beo peliharaannya. Untungnya, kebiasaan makan Kelly kembali normal usai melahirkan.

Zach, makan benda di kamar tidur

Bagi orangtua Zach, menghukumnya di dalam kamar sepertinya bukan pilihan tepat. Sebab, jika anak laki-lakinya ini dibiarkan terkunci dalam kamar, benda-benda seperti tirai, bantal, karpet dan segala furnitur di dalam kamar bisa habis ia makan.

Adele Edward, makan bantal

Ibu lima anak ini tidak bisa menghentikan kebiasaannya mengonsumsi bantal. Ia telah mengunyah setidaknya delapan sofa dan lima kursi. Ia bahkan diperkirakan sudah mencerna 16 busa sintetis dalam hidupnya.

Camilan favoritnya adalah poliester dari bantal sofa. Pada akhir 2010, ia harus mendapat perawatan medis karena mengalami obstruksi usus setelah mengonsumsi busa poliester.

Lagi

Ironis, Bayi 9 Bulan Jadi Tersangka Pembunuhan

Muhammada Mosa Khan, Bayi yang jadi tersangka pembunuhan (Mirror)
VIVAlife – Bayi itu terlihat menangis dalam gendongan kakeknya, saat hadir di ruang pengadilan. Ia baru berusia sembilan bulan, tapi pihak kepolisian menjadikannya sebagai tersangka kasus percobaan pembunuhan dan memaksanya hadir di persidangan. Namanya Muhammad Mosa Khan.

Dengan mencengkeram botol susu, ia duduk di pangkuan ayahnya. Awalnya, ia terlihat tenang sambil meminum susunya. Tapi saat kakeknya menggendongnya dan mencelupkan ibu jarinya ke dalam tinta, untuk membuat sidik jari sebagai pengganti tanda tangan dalam surat jaminan, bayi mungil itu mulai menangis.  Lagi

Tak Bisa Berhubungan Seksual, Pasangan Ini Dibayar Rp316 Juta

Ilustrasi pasangan. (iStock)
VIVAlife – Keputusan pengadilan di Italia ini mungkin terdengar aneh. Pengadilan memberikan uang senilai US$28 ribu atau setara Rp316 juta pada pasangan dengan kehidupan seks tak harmonis.Keputusan itu didasarkan insiden kecelakaan dua tahun lalu. Kala itu, seorang wanita yang tak disebutkan namanya tertabrak mobil ketika menyeberang jalanan.

Alhasil, ia harus terbaring lemas di tempat tidur selama 3 bulan, seperti yang ditulis dalam laporan La Nazione. Mau tak mau, kejadian itu juga merusak kehidupan seksualnya.

Ia dan pasangan tak dapat bercinta seperti sebelum kecelakaan. Tak hanya urusan ranjang. Suaminya merasa, kebahagiaan menjalani kehidupan bersama sehari-hari pun terasa menjadi beban.

Segala urusan memasak, membersihkan rumah, dan mencari nafkah dibebankan pada suami. Secara sosial dan rekreasi, sang suami pun merasa terbebani. Ia tak merasa hidupnya bahagia.

“Hubungan pasangan itu rusak setelah kecelakaan,” kata pengacara pasangan, Giuseppe Ricciotti. Hakim di Tuscany pun memerintahkan perusahaan asuransi pengemudi membayar uang ganti rugi.

Lagi

Previous Older Entries