Rahasia Kakek 80 Tahun Taklukkan 30 Harimau dengan Tangan Kosong

Syamsir Rajo Lelo

Syamsir Rajo Lelo(VIVAnews/Arjuna NusantaraArjuna Nusantara (Padang))
VIVAnews – Di Kota Padang, Sumatera Barat kakek 80 tahun, Syamsir Rajo Lelo punya kepandaian menangkap harimau tanpa senjata. Untuk menaklukkan harimau dengan tangan kosong, tidaklah mudah. Dia pun mengungkap cara dan bagaimana memperoleh keahlian unik itu kepadaVIVAnews.Rajo Lelo mulai menangkap harimau sejak tahun 1952. Pada tahun itu, bersama mamaknya (paman) berhasil menangkap 2 ekor. Peristiwa itu berlangsung di Batu Busuak, kampung di kaki bukit barisan Kecamatan Pauh, Kota Padang. Lagi

Pria Ini Nekat Jalan Kaki dari Sabang Sampai Merauke

Tugu 0 Km Indonesia di Sabang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Adalah Helman Kamal Husein, pria berusia 52 tahun yang menyatakan tengah berpetualang jalan kaki dari Sabang sampai Merauke. Warga Karang Peling, Surabaya, Jawa Timur, itu berniat mengelilingi wilayah Indonesia dengan berjalan kaki mengemban misi perdamaian dan kemanusiaan.

Helman yang hanya bermodalkan uang Rp 200 ribu memulai petualangannya sejak 25 November 2010 lalu. Beberapa sumber menyebutkan saat menyinggahi seluruh kabupaten/kota, ayah satu anak itu selalu singgah di setiap kantor pemerintahan setempat, DPRD, Mapolres dan Kantor Dinas Pariwisata.  Lagi

Yupita, Berjuang Hidup dengan Mengojek

Yupita (Stella Maris/ VIVAlife)

VIVAlife – Apakah haram jika seorang wanita bekerja sebagai tukang ojek? Inilah pertanyaan yang selalu muncul dalam benak Yupita. Profesinya menjadi tukang ojek, kerap mendapat cibiran dan hinaan dari tetangga sekitar.

Ia sebenarnya juga menjalani banyak pekerjaan. Mulai dari menjual rempeyek, susu kedelai, keripik, buruh  cuci baju, hingga profesi sebagai tukang ojek. Wanita berusia 43 tahun ini melakoninya demi berjuang untuk kehidupan keluarganya.

Toto Suharto, sang suami, terserang stroke. Sudah delapan tahun semenjak suaminya sakit, ia harus berkeliling mencari penumpang sewaannya. Sebelum sang mentari pagi memunculkan wajahnya, Ita, begitu dia disapa, sudah memarkirkan kendaraan roda dua sewaannya berjejer dengan motor tukang ojek lainnya. Lagi

Nenek 70 Tahun Gantung Diri Karena Tak Mampu Bayar Listrik

Ilustrasi gantung diri

Ilustrasi gantung diri (sumber: AFP)

Tukinah (70), seorang nenek warga Desa Widoro, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Ada dugaan dia bunuh diri karena tidak mampu bayar tagihan listrik sebesar Rp.50.000.

“Mbah Tukinah ini sempat mengeluh ke tetangga kalau tidak punya uang untuk membayar listrik dan takut diputus PLN, selain itu dalam beberapa hari terakhir kondisinya memang kelihatan agak linglung,” kata Perangkat Desa, Mohamad Umar, Sabtu (15/12).

Namun, kata Umar, sebelum bunuh diri Tunikah masih menjalankan aktivitas sehari-hari seperti biasa, bahkan Sabtu pagi dia mengikuti kegiatan lansia di kantor desa setempat. Lagi

Sejak Lahir, Bocah 9 Tahun Ini Tak Pernah Injak Tanah

Ilustrasi perempuan lumpuh (Dok: SIndo TV)

Ilustrasi perempuan lumpuh (Dok: SIndo TV)

TRENGGALEK – Seorang anak perempuan berusia sembilan tahun di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, lumpuh sejak bayi karena gizi buruk.

Di usianya saat ini, bocah bernama Nurwati itu seharusnya bermain dengan teman-teman di lingkungan atau di sekolahnya. Namun, kelumpuhan membuyarkan semuan keinginannya itu. Putri pasangan Jumani dan Musini, warga Desa Prambon, Kecamatan Tugu, itu hanya tergolek lemas di tempat tidur. Bahkan, sejak lahir, Nurwati belum sempat menginjakkan kaki di tanah. Lagi

Dua Siswa SD Ciptakan Alat Pengering Kaki, Sangat Berguna untuk Masjid

 
Gresik Kecil-kecil cabe rawit, masih SD tapi sudah menelorkan inovasi. Berawal dari kotor dan beceknya lantai masjid sekolah oleh sisa air wudhu (bersuci), dua siswa SD Muhammadiyah Manyar, Gresik, Jawa Timur, mempunyai ide unik. Mereka menciptakan alat yang berguna untuk mengeringkan kaki. Kaki bersih dan kering, lantai masjid pun bebas dari becek dan kotor.Dua siswa berbakat itu adalah Balqis Nabilah Yeni Kusumawati dan Muhammad Rafly Rahardian. Alat yang mereka ciptakan mereka beri nama Faster Drying Feet (pengering kaki cepat). Uniknya, alat sederhana ini sebagian besar dibuat dari barang-barang yang sudah tak digunakan lagi. Lagi

Nasib Bocah Trisna: Ibu & Adik Bunuh Diri, Ayah Meninggal karena Sakit

 

Trisna dan kakeknya, Makri (rafik maeilana/detikcom)

Bogor Himpitan ekonomi membuat keluarga Muhtar Krisna alias Trisna (6) porak-poranda. Ibu dan adiknya tewas bunuh diri di Sungai Cisadane, Bogor, sedangkan ayahnya telah meninggal. Kini bocah asal Serang itu akan ditempatkan di Kemensos untuk sementara.Ayah Trisna yang sebelumnya ditulis tidak ketahuan rimbanya, ternyata menurut keluarga dinyatakan telah meninggal dua tahun lalu. Kakek Trisna, Makri (60), tidak menjelaskan rinci penyebab kematian ayah Trisna.

“Meninggal dua tahun lalu, sakit,” kata Makri (60) singkat usai mengunjungi makam ibu dan adik Trisna, Pemakaman Kebon Manggis, Bogor Selatan, Jumat (6/7/2012). Lagi

Previous Older Entries