Ilmuwan Sukses Tanam Vagina Buatan ke Tubuh Wanita

ilustrasi ruang operasi

ilustras
VIVAnews – Ilmuwan Amerika Serikat mengumumkan sukses menanamkan vagina hasil laboratoirum pada 4 wanita belasan tahun yang dilahirkan dengan sindrom genetik langka Mayer-Rokitansky-Kuster-Hauser syndrome (MRKH).
Sindrom itu merupakan penyakit yang terjadi pada wanita dan umumnya berdampak pada sistem reproduksi. Kondisi itu menyebabkan vagina dan rahim kurang berkembang bahkan organ itu absen berfungsi. Salah satu tanda sindrom ini, wanita tak mengalami menstruasi pada usia 16 tahun.

Di dunia tercatat 4.500 wanita yang lahir dengan menderita sinrom tersebut.
Melansir The Verge, Jumat 11 April 2014, biasanya pengobatan tradisional pada wanita dengan sindrom ini melibatkan pembedahan rekonstruksi atau prosedur pelebaran vagina yang sangat menyakitkan dan menimbulkan efek traumatis.
Cara tradisional ini memiliki tingkat komplikasi 75 persen pada pasein anak.
Untuk itu, peneliti menemukan cara pengobatan yang bisa menghindari rasa traumatik dan menyakitkan. Caranya, peneliti mengembangkan rekayasa vagina ditumbuhkan di laboratorium selama 3 tahun, antara 2005-2008.
Organ vital itu dihasilkan dengan menggunakan kombinasi sel-sel diantaranya sel epitel yang melapisi rongga tubuh serta sel otot. Kombinasi sel itu diambil dari area genital wanita.
“Kami mengambil bagian jaringan yang sangat kecil, kurang dari setengah perangko. Kemudian merangsang sel berpisahan dan menumbuhkan secara terpisah,” jelas Anthony Atala, ahli penyakit saluran kemih Wake Forest University, Amerika Serikat.
Sel kemudian diperluas dan dijahit pada suatu tumpuan (perancah) yang perlahan mampu hancur dan dipecah jadi bagian kecil.
Sebelumnya itu, peneliti telah membentuk sel-sel itu menjadi vagina yang sesuai dengan kondisi tiap pasien.
Begitu vagina ini selesai dikembangkan, enam minggu berselang, 4 wanita menjalankan operasi pemasangan vagina laboratorium itu.
Gairah seksual dan orgasme 
Memasukkan vagina itu, bukan hal yang mudah. Pertama kali, peneliti harus membuat kanal di area panggul wanita, kemudian peneliti menjahit perancah itu ke struktur reproduksi pasien yang sudah ada.
Beberapa minggu setelah operasi itu, saraf dan pembuluh darah perempuan secara bertahap diperluas dan mulai mengintegrasikan diri ke dalam jaringan rekayasa itu. Selanjutnya, tubuh wanita perlahan-lahan menyerap perancah.
Selanjutnya saat perancah sudah tak diperlukan lagi, sel yang telah tergabung pada struktur reproduksi akan permanen.
Menariknya, tindak lanjut ujicoba ini menunjukkan jaringan rekayasa sama tumbuh dengan jaringan asli wanita.
Atala mengatakan wanita yang melalui operasi ini dapat mengalami gairah seksual, seks tanpa rasa sakit dan orgasme. Namun demikian, Atala menegaskan, wanita dengan ujicoba ini tak akan melahirkan anak.

“Sulit dipercaya, ini bisa dilakukan di laboratorium. Hidup tak akan berakhir dengan menderikta penyakit ini. Karena ada perawatan ini dan Anda bisa memiliki kehidupan normal,” ujar salah satu pasien wanita yang dirahasiakan namanya.

Sebelum ujicoba ini, pada 1998, Atala telah menggunakan teknik yang sama untuk menanamkan kandung kemih rekayasa pada 9 anak.  Studi ini telah dipublikaskan di jurnal medis The Lancer.
i ruang operasi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: