Berani Beda, Lamar Kekasih di Suhu -95 Derajat Celcius

Rhys melamar Elizabeth dengan cincin berlian warisan keluarga. (Flickr/Rebecca Yale)

VIVAlife – Kisah cinta selalu menarik untuk disimak, apalagi jika penuh romantisme. Seperti yang dilakukan pasangan asal New York, Rhys dan Elizabeth. Tidak ingin melamar dengan cara biasa, Rhys memboyong Elizabeth ke Antartika dimana dia kemudian memberikan cincin di suhu -95 derajat Celcius.

Lamaran ekstrim tersebut terjadi pada tanggal 7 Desember lalu. Rhys mengajak Elizabeth dan kakaknya, Rebecca, seorang fotografer pernikahan, untuk berjalan-jalan ke Antartika dan melihat penguin. Ketiganya harus melewati beberapa negara dan mendaki es selama satu jam sebelum bisa sampai ke tujuan.

Namun, Rhys mengejutkan Elizabeth dan kakaknya. Di tengah jalan, Rhys tiba-tiba berlutut dan meminta Elizabeth menikahinya. Rebecca, yang terkejut namun bahagia, langsung mengabadikan momen tersebut dengan kameranya.

Tentu saja, Elizabeth, yang sudah berpacaran 7 tahun dengan Rhys, menerima lamaran tersebut. Usai Rhys menyematkan cincin berlian di jari manisnya, Elizabeth langsung loncat menerjang Rhys dan mereka berdua bergulingan di salju yang dingin. Semua momen romantis tersebut ditangkap oleh Rebecca dan diunggah di situs pribadinya.

“Sebagai fotografer pernikahan, saya sudah memotret ratusan pasangan, tapi lamaran yang diajukan Rhys sangat romantis. Saya sangat terharu,” kata Rebecca, dikutip Huffington Post. 

Sementara Rhys mengatakan bukan hal mudah menyembunyikan cincin berlian dari pihak keamanan juga di perbatasan setiap negara. “Saya memang selalu ingin melamar Elizabeth di Antartika. Kami sudah menjelajahi dunia bersama dan saya ingin memulai babak berikutnya dalam hidup kami di ujung terjauh dunia,” kata Rhys yang melamar Elizabeth menggunakan cincin warisan keluarga.

Elizabeth sendiri mengungkapkan itu adalah kejutan yang paling manis yang pernah Rhys berikan. “Saya tidak pernah menyangka dia akan melamar saya di Antartika. Saya bahkan tidak menyangka dia bisa terus membawa cincin dalam sakunya sepanjang perjalanan kami,” tutur Elizabeth.

“Di atas sangat dingin. Saya nyaris membeku ketika kami mendaki dan Rhys sepertinya sibuk memotret penguin. Saya memutuskan untuk turun ketika tiba-tiba Rhys berlutut dan melamar. Sungguh momen yang luar biasa,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: