Kisah Ryan Edwards, Bocah yang Lahir dengan 12 Jari Kaki dan Tangan

Ryan Edwards (Foto: medavia)
Jakarta, Normalnya, manusia memiliki sepuluh jari tangan dan sepuluh jari kaki. Namun, hal itu tak berlaku bagi bocah bernama Ryan Edwards (2) yang memiliki 12 jari kaki dan tangan karena sindrom Ellis van-Creveld.Sindrom ini membuat Ryan mengalami gangguan pertumbuhan tulang sejak di dalam kandungan. Sang ibu, Natasha Williams (26) diberi tahu dokter bahwa bayinya mengalami kelainan ketika melakukan USG di usia kandungan 20 minggu, di mana organ tubuhnya tidak bisa berkembang dengan baik.

“Dokter sempat menyuruhku melakukan aborsi tapi setelah itu kami memutuskan untuk melanjutkan kehamilan karena Ryan layak punya kesempatan hidup,” papar Natasha seperti dikutip dari Daily Mail, Selasa (17/12/2013).

Bulan Desember 2011, Ryan lahir melalui operasi caesar di St Michael’s Hospital, Bristol. Sesaat setelah lahir, tim dokter mengatakan pada Natasha bahwa putranya terkena sindrom Ellis-van Creeld. Sindrom ini berupa kelainan bawaan pada pertumbuhan tulang yang menyebabkan dwarfisme.

Orang dengan kondisi ini memiliki lengan yang sangat pendek serta kaki dan dada yang sempit. Mereka juga memiliki jari-jari ekstra. Lebih dari separuh bayi yang lahir dengan kondisi ini mengalami cacat jantung. Sindrom Ellis-van Creveld terjadi pada satu dari 60.000 sampai 200.000 bayi yang baru lahir.

“Setelah lahir, Ryan menjalani operasi jantung dan melakukan pemasangan tabung untuk bernapas dan mencerna makanan. Dia berada di rumah sakit selama setahun sebelum aku boleh membawanya pulang,” papar Natasha.

Sebelumnya dokter sempat mengatakan Ryan akan mengalami kesulitan untuk berkembang. Tapi yang membuat Natasha bahagia, kini di usia dua tahun Ryan sudah bisa belajar berjalan. Bahkan beberapa saat sebelumnya, Ryan sudah bisa tersenyum dan duduk di rumah sakit sehingga kemungkinan ia tidak memerlukan lagi tabung untuk membantu pernapasannya.

“Ryan akan menjalani operasi untuk menghilangkan jari-jari ekstranya. Kami juga berdiskusi dengan tim dokter untuk mencoba agar Ryan tidak memakai tabung pernapasan lagi. Tapi sebelumnya Ryan harus melakukan tes dan kami terus mengawaninya,” pungkas Natasha.

Sumber :http://www.detik.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: