Tumor di Kelenjar Adrenal Bikin Gadis Ini Tak Pernah Merasa Lelah

Cristina Speirs (Foto: news.com.au)

New York City, Layaknya wanita lainnya, Cristina Speirs berusaha melakoni pola hidup sehat guna menjaga kebugaran tubuhnya. Ia tak pernah absen olahraga dan mengonsumsi makanan sehat, tapi anehnya gadis berusia 22 tahun ini tidak pernah merasa kelelahan.

Dalam satu minggu, Cristina rutin berolahraga selama enam kali. Ia juga mengajar kelas yoga dan banyak minum air putih agar tubuhnya tetap terhidrasi. Namun, di malam hari ia merasa tidak pernah lelah dan justru sering pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil.“Aku merasa sangat berenergi, aku tidak pernah tidur dan selalu beraktivitas. Aku tidak pernah lelah. Namun ternyata, semua itu karena adanya tumor seukuran jeruk di kelenjar adrenalku sehingga saat malam hari hormon di tubuhku berubah,” tutur Cristina.

Menurut Cristina, dokter pertama kali menemukan kejanggalan pada dirinya pada tahun 2012 di mana kadar kalium Cristina sangat rendah sedangkan tekanan darahnya tinggi. Namun, dokter tak tahu apa penyebab keadaan ini, termasuk ahli jantung yang memeriksa Cristina.

Kemudian, sang ibu menyuruh Cristina untuk melakukan sonogram ginjal. Ketika melakukan pemeriksaan, teknisi di sana merekomendasikan Cristina untuk melakukan MRI sebab ia melihat ada yang tidak beres pada ukuran ginjal gadis itu.

“Hasil MRI menunjukkan bahwa ginjalku normal, hanya apa yang dikhawatirkan teknisi itu memang benar, ada tumor sebesar 10 cm di kelenjar adrenalku. Aku benar-benar kaget,” kata Cristina, demikian dikutip dariABC News, Rabu (4/12/2013).

Lalu, Cristina berkonsultasi dengan dr William Inabnet, co-direktur adrenal center di Mount Sinai Hospital, New York City. dr Inabnet mengatakan tumor Cristina memproduksi dua hormon yaitu kortisol dan aldosteron yang membuat ia tidak pernah merasa lelah.

Tanggal 18 Oktober 2012, Cristina dijadwalkan akan menjalani operasi tapi dibatalkan. Operasi pun akan dilakukan tanggal 29 Oktober namun badai Sandy membuat kondisi rumah sakit sangat kacau. Meski begitu, tim dokter tetap berusaha melakukan operasi.

“Kami benar-benar harus bernegosiasi dan menemukan tim yang tepat termasuk perawat dan anestesi. Aku tidak percaya bisa tetap melakukan operasi dalam kondisi seperti itu karena mengingat dinginnya ruang operasi saat itu,” kisah dr Inabnet.

Sumber :http://www.detik.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: