Sendi Gampang Bergeser, Ibu Ini Tak Bisa Peluk dan Ganti Popok Anaknya

Emily Comber dan Keluarganya (Foto: Daily Mail)
Inggris, Ibu mana yang tak ingin memberikan kasih sayang terbaiknya pada sang buah hati? Inilah yang tak bisa diwujudkan oleh Emily Comber (31). Ibu dua anak ini tak bisa sekadar memeluk anak-anaknya karena memiliki kondisi langka pada tubuhnya yang membuat sendinya sangat mudah bergeser dan dapat menimbulkan nyeri luar biasa.Emily yang berasal dari Cornwall, Inggris, diketahui mengidap sindrom Ehlers-Danlos. Kondisi genetik ini membuat kolagen yang ia miliki terlalu lemah untuk ‘menahan’ tubuhnya sendiri. Tak hanya itu, akibat penyakit langka ini ia juga tak bisa mengurus kedua anaknya, Finlay (3) dan Reuben 91).

“Tulang rusuk saya muncul ketika sedang mengangkat Reuben keluar dari dari tempat tidurnya. Mengganti popoknya saja membuat saya mengalami dislokasi pergelangan tangan dan ibu jari. Tulang iga saya juga beberapa kali bergeser dalam sehari dan kadang saya sulit bernapas,” ungkap Emily, seperti dilansirDaily Mail, Jumat (29/11/2013).

Sindrom Ehlers-Danlos yang dialami oleh Emily termasuk dalam tipe 3, ini berarti ia mengalami hipermobilitas sendi. Emily juga mengungkapkan bahwa ia sudah beberapa kali mengalami hal ini sejak kecil, hanya saja sangat sulit didiagnosis. Kondisi langka ini baru didiagnosis saat ia hamil Finlay.

“Saat itu saya kesakitan dan tidak bisa berjalan. Saya kemudian dirujuk ke dokter spesialis. Situasinya sangat buruk, saya istirahat total di tempat tidur selama tiga minggu. Saya tidak bisa bergerak sampai melewati operasi caesar,” tutur Emily.

Finlay lahir sekitar delapan pekan lebih awal. Diketahui kondisi ini bisa saja menurun pada anak-anaknya. Finlay yang mulai menunjukkan gejala-gejala ini pun seringkali membuat Emily merasa bersalah.

“Kami tidak tahu pasti apakah Finlay memang mengalami kondisi tersebut, sebab baru bisa didiagnosis saat ia dewasa. Ini membuat saya khawatir dan merasa bersalah,” lanjutnya. Jika salah satu dari mereka telah mendapatkannya maka itu datang dari saya,” ungkap Emily.

Sindrom Ehlers-Danlos (EDS) merupakan sebuah kondisi yang bisa diturunkan dari orang tua pada anak-anaknya. EDS disebabkan oleh adanya perubahan dalam gen tertentu dan melemahkan protein kolagen dalam tubuh. Gejala yang terlihat biasanya seperti kulit menjadi melar dan sendi terasa longgar. Beberapa melaporkan ada pula kondisi seperti jaringan tubuh yang menjadi rapuh.

Kolagen sendiri memiliki fungsi untuk memperkuat dan mendukung berbagai jaringan tubuh. Kolagen ditemukan di dalam tendon, ligamen, tulang rawan, kulit, tulang, pembuluh darah dan tulang belakang.

Sumber :http://www.detik.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: