Kena Penyakit Langka, Abigail Jadi ‘Alice in Wonderland’ di Dunia Nyata

Abigail Moss (Foto: News Bog Media)
Jakarta, Abigail Moss tahu betul rasanya menjadi Alice dalam film ‘Alice in Wonderland’ yang bisa masuk ke dalam lubang kelinci. Betapa tidak, wanita muda ini memang menderita penyakit langka yang dikenal dengan Alice in Wonderland Syndrome (AIWS).Abigail Moss (24) didiagnosis dengan Alice in Wonderland Syndrome (AIWS), gangguan langka yang mempengaruhi penglihatan dan persepsi, yang menyebabkan objek di sekelilingnya tampak lebih besar atau menyusut.

Sejak usia 5 tahun, ia berhalusinasi hampir setiap hari, melihat benda-benda di sekelilingnya menjadi raksasa atau malah menyusut seperti kurcaci. Ia baru menyadari kondisinya setelah menonton serial televisi ‘House’ dan membaca tentang kondisi langka ini di surat kabar.

“Ketika saya masih muda, saya akan menderita serangan hampir setiap hari dan itu cukup menakutkan. Yang membuatnya lebih buruk, karena tidak ada yang tahu penyakit apa ini,” ujar Abigail Moss, seperti dilansir Daily Mail, Kamis (5/13/2013).

Menurut Abigail, serangan AIWS dapat terjadi di mana saja dan kapan saja, dan berlangsung selama sekitar dua puluh menit. Saat itu terjadi, Abigail akan merasa ruangan di sekitarnya menyusut dan tubuhnya tumbuh besar menjadi raksasa.

“Lengan dan kaki Anda mulai terasa lebih panjang. Benda-benda di sekitar tampak lebih jauh atau tampak lebih kecil. Semuanya terasa berlebihan dan gerakan merasa lebih cepat dan mendadak. Rasanya persis seperti Alice, semuanya terasa besar atau kecil dan aneh di luar proporsi,” tambahnya.

Untuk mencari tahu apa yang terjadi dengan dirinya, Abigail telah mendatangi enam psikolog. Ada yang menduganya menderita epilepsi, ada juga yang mendiagnosis syndrome last year. Semuanya tidak ada yang yakin, hingga akhirnya Abigail sendiri membaca sebuah kolom di surat kabar tentang AIWS.

“Saya menelepon ayah dan kita tidak bisa percaya bahwa hal aneh yang kami berdua derita selama ini adalah hal yang nyata dan punya nama. Dokter telah saya buat bingung selama bertahun-tahun,” ujar Abigail.Setelah menemukan apa yang terjadi pada dirinya, Abigail pun tak segan-segan berbagi dengan penderita AIWS lainnya. Ia siap membagi pengalamannya secara online dengan sesama penderita AIWS di seluruh dunia. Kini kondisinya semakin membaik dan sekarang hanya ia mengalami serangan sekitar lima kali dalam setahun, paling sering ketika dia akan tidur.

Alice in Wonderland Syndrome (AIWS) adalah seperangkat gejala termasuk perubahan citra tubuh dan perubahan persepsi visual. Kondisi langka ini membuat penderita merasa seolah-olah bagian dari tubuhnya berubah ukuran dan seolah-olah ukuran benda di sekitarnya berubah.

Gejala lain seperti perasaan waktu bergerak terlalu cepat atau terlalu lambat, perasaan bahwa tanah adalah spons di bawah kaki dan persepsi yang menyimpang dari suara. Gejala paling sering terjadi pada malam hari.

Hal ini paling sering terjadi pada anak-anak tetapi beberapa orang dewasa juga mengalaminya di kemudian hari. Penyebabnya belum diketahui secara pasti, tapi sindrom ini dianggap berhubungan dengan migrain, epilepsi dan glandular fever.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: