‘Bayi’ Tertua di Dunia Meninggal di Usia 20 Tahun

'Bayi' Tertua di Dunia Meninggal  di Usia 20 Tahun

Brooke Greenberg, ‘bayi’ berusia 20 tahun, akhirnya meninggal.

TEMPO.COBaltimore – Brooke Greenberg, yang membingungkan para ilmuwan karena dia tidak pernah beranjak menjadi dewasa, telah meninggal pada usia 20 tahun. Ia tidak pernah berkembang melampaui ukuran fisik bayi dan kapasitas mentalnya selalu berada pada usia dua tahun.

Putri Howard dan Melanie Greenberg dari Reisterstown, Amerika Serikat, ini adalah satu dari  sekitar selusin anak di dunia yang memiliki Sindrom X – semacam kelainan yang diidap tokoh utama dalam film Benjamin Button.

Pemakaman Brooke dilakukan di sebuah sinagog di luar Baltimore. Hingga maut menjemput, misteri mengenai kondisi Brooke belum terpecahkan.

Brooke lebih banyak menghabiskan waktunya di atas kereta dorong bayi sepanjang hidupnya. Pada tahun 2009, ketika keluarganya diwawancarai di stasiun televisi ABC, berat Brook 7,25 kg dengan tinggi 76 cm. Dia tidak berbicara, tapi terlihat tertawa-tawa seperti layaknya bayi yang tengah bergembira di tengah ketiga saudaranya, Emily (26), Caitlin (23), dan adiknya, Carly (17).

Dalam enam tahun pertama kehidupannya, Brooke lebih banyak menghabiskan waktu di ruang gawat darurat rumah sakit, sering tanpa penjelasan. Dia selamat dari operasi akibat radang yang membuat perutnya berlubang. Dia juga beberapa kali mengalami stroke.

Pada usia empat tahun, dia pernah mengalami tidur selama 14 hari. Saat itu, dokter mendiagnosisnya dengan tumor otak dan usianya tak bakal lama. Peti mati pun disiapkan.

“Kami sedang menyiapkan anak kita menuju kematian,” kata Howard Greenberg pada wartawan saat itu, tahun 2009. Namun kemudian, mereka mendapat telepon dari rumah sakit bahwa Brooke mengalami banyak kemajuan. Ia bisa membuka matanya dan terlihat baik-baik saja. “Dia selalu bisa mengatasi setiap rintangan yang dilemparkan ke arahnya.”

Richard F. Walker, seorang peneliti medis dari University of Florida Medical School, yang mengikuti kasus Brooke sejak berusia sekitar 2 tahun, membandingkan kode genetiknya dengan anak-anak yang lain anak-anak dengan kondisi yang sama. “Pada beberapa orang, sesuatu terjadi pada mereka dan proses pembangunan terhambat,” katanya kepada ABCNews.com awal tahun ini. “Tingkat perubahan dalam tubuh melambat dan diabaikan.”

Tubuh mereka tidak berkembang sebagai unit terkoordinasi, tetapi sebagai bagian independen yang tidak sinkron, kata Walker. Tidak diketahui apakah sindrom genetik atau kelainan kromosom yang menyebabkannya.

Yang pasti, Brooke masih memiliki gigi yang sama saat ia meninggal dan usia tulangnya setara dengan tulang anak usia 10 tahun.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: