Dalam 3 Tahun, Pria Ini Selamatkan 1.000 Bayi dari Aborsi

\
dok: Freerepublic
 
Jakarta, Lebih dari 54 juta janin telah dibunuh melalui aborsi sejak tahun 1974. Hal inilah yang menggerakkan seorang pria asal Orlando untuk menyelamatkan ribuan bayi dari aborsi di tiga tahun terakhir.Yang mengejutkan, negara tersebut memiliki banyak klinik yang aktif melakukan aborsi. Diestimasikan, 400 janin diaborsi setiap bulannya. 

Dilansir dari Life Site News, Senin (19/8/2013), John Barros, berdiri di sebuah klinik aborsi terkenal, Women’s Center, guna mengubah cara berpikir setiap wanita yang ingin mengaborsi janinnya.

John Barros sebenarnya bukanlah pria yang dalam kondisi sehat, ia terkena kanker dan dokter mengatakan bahwa ia tidak mungkin hidup lama. Namun ia tetap gigih menyelamatkan para bayi tersebut.

Sebuah keajaiban melihat John masih hidup dan bahkan aktif berkegiatan yang melelahkan.

Sebab selain terkena kanker yang membutuhkan sejumlah operasi, dia juga pernah terlibat kecelakaan yang mengharuskan dia menjalani beberapa operasi.

Sembilan jam dalam sehari, enam hari dalam sepekan, John bertahan di depan salah satu tempat aborsi paling terkenal. Di sana dia berkhotbah berdasar kitab suci di hadapan perempuan yang ingin melakukan aborsi.

Untuk melakukan tindakan tersebut tidaklah mudah. Tiga tahun lalu John merasa mustahil untuk mengadakan konseling penuh waktu yang dilakukannya di trotoar. Ia duduk di luar

Orlando Women’s Center dan berdoa, ” Tuhan, jika Kau benar-benar ingin aku duduk di sini, jika Kau ingin aku memanggil orang-orang itu, kumohon jagalah keluargaku.”

John telah membantu lebih dari 1.000 wanita untuk mengubah pikiran mereka, dan mempertahaankan janinnya. Dia menegaskan untuk setiap jam yang telah ia habiskan untuk berdoa dan berdiri di luar klinik, ia tidak layak mendapatkan penghargaan. Sebab menurutnya kegiatan itu merupakan keharusan.

Bagaimana dengan tantangan fisiknya? “Karena saya melihat ke belakang, Tuhan memperlihatkan saya semua kebanggaan saya, saya memegang semua hal yang berharga. Untuk semua ini saya berterima kasih kepada Tuhan karena semua itu menunjukan bahwa Tuhan sedang memegang kendali,” tutur John.

Sumber :http://www.detik.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: