Kari Terpedas di Dunia, Penyantapnya Bisa Berhalusinasi

Menu Kari (REUTERS/Edgar Su)
VIVAlife – Salah satu restoran di New York, The Brick Lane Curry House yang terletak di Upper East Side Manhattan menciptakan menu kari super pedas.
Untuk membuatnya saja sang koki diharuskan memakai masker gas.
Menu kari bernama Phaal ini disebut-sebut sebagai kari terpedas di dunia. Skala kepedasannya terhitung satu juta unit skala scoville atau sama dengan 200 kali lebih pedas dari saus tabasco. Bumbu kari-nya terbuat dari delapan jenis cabai termasuk bhut naga jolokia yang merupakan cabai pembuat gas air mata Militer India.
Tingkat kepedasan ini yang malah menantang para pengunjung untuk mencicipi. Di lansirDaily Mail, para pengunjung restoran yang cukup berani terlihat berkeringat, menangis hingga muntah-muntah. Beberapa dari mereka bahkan mengalami halusinasi saat mencoba menghabiskan kari tersebut. Kasus terparah dialami seorang pelanggan yang pingsan dan harus segera dilarikan ke rumah sakit saat sedang menyantap kari pedas ini.
“India terkenal dengan jenis rempahnya yang beragam dan kami ingin menciptakan hidangan yang mengombinasikan rempah India serta cabai-cabai terpedas dunia,” ujar manager restoran, Dhiraj Tiwari. Pria berusia 33 tahun itu juga mengatakan bahwa sebelum menyantap kari, pihak restoran akan menjelaskan kepada pelanggan terlebih dulu mengenai bahaya yang mungkin saja terjadi.
Makanan khas India ini tersedia dengan lima jenis yakni kari ayam, domba, kambing, keju paneer atau sayuran. Harganya pun bervariasi dari US$15 hingga US$21.
Pelanggan yang mampu menghabiskan semangkuk kari akan mendapat hadiah bir gratis, sertifikat, dan namanya akan terpampang di restoran tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: