Berdamai dengan Maut, Profesor Ajarkan Cara Menulis Surat Bunuh Diri

Simon Critchley (Foto: New York Times)

New York, ‘Memento mori’, demikianlah istilah dalam bahasa latin yang berarti ‘ingatlah akan kematian’. Walau ingin dihindari, nyatanya kematian adalah fase kehidupan yang tak terhindarkan oleh setiap manusia. Untuk bisa berdamai dengan ketakutan akan mati, seorang profesor mengajari cara menulis surat bunuh diri.Adalah Simon Critchley (53 tahun), seorang profesor filsafat dari New York City New School yang mengajarkan kelas menulis surat bunuh diri tersebut. Dia percaya bahwa satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk mempelajari kehidupan adalah dengan mempersiapkan diri untuk mati.

Pria berkepala botak ini meyakini bahwa dengan berbicara tentang kematian dan membuat orang merasa lebih nyaman tentang hal itu, bisa jadi akan membuat kasus bunuh diri berkurang.

“Hal terburuk yang bisa menimpa kita adalah mati sendirian. Dan surat bunuh diri, dalam beberapa cara yang aneh, tidaklah mati sendirian. Surat itu selalu ditujukan kepada seseorang. Ini merupakan usaha komunikasi yang gagal,” kata Critchley seperti dilansir Daily Mail, Jumat (24/5/2013).

Critchley ingin agar peserta didiknya menghargai salah satu bentuk seni sastra berupa surat bunuh diri. Ada beberapa surat yang diajarkan di dalam kelas tersebut, mulai dari surat dari Adolf Hitler hingga Kurt Cobain. Kesemuanya merupakan orang terkenal yang mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

“Saya terlalu banyak berubah-ubah pikiran, bayi murung! Saya tidak memiliki gairah lagi, dan jadi ingatlah, lebih baik terbakar daripada memudar,” demikian bunyi surat bunuh diri yang ditulis Kurt Cobain, vokalis band Grunge ‘Nirvana’.

“Saya telah memilih kematian untuk menghindari situasi mengerikan dari aib yang kini saya hadapi. Segala sesuatu sudah berjalan seperti yang direncanakan sebelumnya, tapi sedikit yang saya tahu bahwa itu akan menjadi bumerang bagi saya,” tulis Hitler menjelang ajalnya.

Di hadapan 15 orang murid, Critchley mengajar setiap hari Sabtu. Kegiatan belajar mengajar dimulai dengan diskusi tentang etika bunuh diri, dari zaman antik ke zaman kristen modern hingga ke era modern di mana terjadi perdebatan hak untuk mati pada pasein sakit kronis yang tak tersembuhkan. Di akhir pelajaran, Critchley meminta setiap murid membuat surat bunuh diri.

Diberi waktu selama 15 menit, para siswa diminta membayangkan surat bunuh dirinya sendiri lalu diminta membacakannya keras-keras di depan kelas. Critchley mengakui bahwa memang ada orang-orang yang menganggap kegiatannya ini sebagai lelucon. Tapi nyatanya, para siswanya benar-benar ikut terlibat.

“Saya yang begitu penuh dengan cinta ini masih terlalu berat untuk ditanggung. Saya tidak dapat menemukan jalan saya. Semua yang ada di dunia salah dan meskipun saya tetap bertahan untuk yang terburuk, saya kalah,” demikian tulis seorang murid dalam catatan bunuh dirinya.

“Saya minta maaf, terutama anjing untuk saya. Lauren. PS Tolong jangan mengubur saya di Los Angeles,” tulis murid lainnya.

Sayangnya, kelas menulis surat bunuh diri ini tidak setiap saat diadakan. Critchley menggelar kelas ini sebagai bagian dari seni pertunjukan dan instalasi yang diadakan selama sebulan berjudul School of Death.

Sumber :http://www.detik.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: