Ya Ampun, Tang 18 Cm Bersemayam di Tubuh Perempuan Ini

Donna Bowett (Dok: Dailymail)

Jakarta, Operasi memang dilakukan untuk mengatasi beberapa keluhan penyakit. Namun terkadang kegiatan medis ini menimbulkan efek samping dan risiko medis seperti tertinggalnya peralatan operasi di tubuh pasien.

Seperti yang dialami Donna Bowett (42), misalnya. Dikutip dari Dailymail, Minggu (12/5/2013), Donna menemukan ada tang yang tertinggal di dalam tubuhnya pasca operasi yang ia jalani. Kelalaian ini dilakukan oleh pihak National Health Service (NHS).

Kejadian ini bermula pada bulan Februari 2009 ketika ibu 4 anak ini pergi ke Alexandra Hospital di Worcestershire untuk melakukan operasi ‘keyhole’ atau yang lebih dikenal dengan operasi invasif minimal. Operasi ini ia lakukan untuk mengangkat kantong empedunya, tetapi dokter melakukan kelalaian yang menyebabkan tang tertinggal dalam tubuh Donna usai operasi.

Dituturkan Donna, berdasarkan hasil pemeriksaan x-ray setelah ia melakukan operasi menunjukkan adanya perangkat medis dalam dirinya. Akibatnya, 4 tahun setelah kejadian itu Donna mengakui ia tidak bisa berjalan-jalan bersama anjingnya, bermain badminton ataupun tenis sebab terlalu menyakitkan baginya.

“Rasa sakit itu mengerikan dan saya tidak tahu mengapa. Ketika saya melihat hasil pemeriksaan x-ray, saya sangat terkejut,” tambahnya. Ia masih tidak habis pikir bagaimana hal itu bisa terjadi dalam dunia medis.

Selama empat tahun terakhir terdapat 762 kejadian serius yang disebut ‘never events’ (kesalahan yang seharusnya tidak terjadi) di beberapa rumah sakit NHS. Kejadian ini termasuk 322 kasus alat-alat medis yang tertinggal dalam operasi tubuh, 214 kasus salah mengoperasi organ atau anggota tubuh.

Selain itu terdapat 73 insiden pemasangan saluran tabung makan yang justru dimasukkan ke dalam paru-paru bukan perut. Ada pula 58 kasus salah memasang implan atau salah ketika pememasangan kaki palsu.

Ratusan pasien bisa memiliki masalah serius jangka panjang, bahkan beberapa dari mereka bisa meninggal setelah operasi akibat kelalaian ini. Hal ini bisa terjadi jika operasi dilakukan pada organ yang salah atau akibat dari tertinggalnya perangkat bedah di dalam tubuh pasien.

Atas kejadian ini para ahli medis mengatakan bahwa kejadian seperti ini sering diremehkan karena ribuan insiden seperti ini tidak pernah dilaporkan. Beberapa pasien mengungkapkan bahwa kesalahan seperti ini membuat beberapa bagian tubuh mereka tidak berfungsi atau mengalami sakit yang parah.

Sayangnya, insiden seperti ini tidak pernah diekspos. Tetapi, Ian Cohen seorang praktisi hukum Goodmans Law di Liverpool mengatakan bahwa kasus seperti ini bisa jadi sebenarnyalebih banyak lagi karena NHS hanya memiliki 25 catatan kategori jenis kesalahan.

Ratusan ribu kesalahan lain yang berada di luar kategori ini terjadi setiap tahun, tetapi tidak pernah dilaporkan. Ian juga berpendapat bahwa rumah sakit tidak memiliki insentif untuk melaporkan ‘never events’ karena mereka harus mengganti biaya prosedur untuk NHS serta membayar untuk perawatan jangka panjang pasien. Menurutnya angka ini akan semakin memuncak.

Insiden ini juga mendapat tanggapan dari dr Mike Durkin, Direktur Keselamatan Pasien untuk NHS Inggris, ia mengatakan bahwa kelalaian seperti ini tidak boleh dibiarkan terjadi sama sekali. “Satu saja sudah terlalu banyak untuk setiap minggunya, setiap harinya, dan di setiap rumah sakit,” katanya.

Selain Donna, ada seorang wanita diketahui meninggal setelah staf medis salah menempatkan selang di paru-parunya selama ia menjalani pengobatan stroke.

 
Sumber :http://www.detik.com/
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: