Perkenalkan Newt Wallace, Loper Koran Seumur Hidup

Newt Wallace setiap pagi keliling kota Winters untuk menjajakan koran

REPUBLIKA.CO.ID,WINTERS — Perkenalkan Newt Wallace. Pekerjaanya loper koran di Amerika Serikat. Usianya 93 tahun. Ia sudah melakoni pekerjaan ini lebih dari 70 tahun. Wallace bekerja di penerbitan surat kabar The Winters Express (TWE).

Koran mingguan lokal di Kota Winters, California, Amerika Serikat (AS) ini, masih menggunakan tenaganya. Setiap Rabu pagi, pria murah senyum dan berbahu lebar ini melakukan aksinya – mengantar koran.

New York Time melansir potret dirinya usai tugas. Wallace tampak mengenakan topi bisbol warna hitam. Mungkin untuk menutupi uban-ubannya. Tampangnya yang sepuh, semakin kentara dengan kaca mata tebal. Mungkin untuk membantu jarak pandang.

Tapi, Wallace terlihat pantas dengan kemeja kotak-kotak berwarna biru bergaris putih dan coklat tipis. Wallace mengenakan semacam celemek para koki berwarna biru gelap dan berkantung. Itu untuk membantunya membawa koran yang akan diantar ke pelanggan.Tas coklat muda dan bertali warna jeruk terang juga lempang sampai pinggang.

Pria sepuh ini juga masih menggunakan bahu memanggul beberapa eksemplar koran jika tak muat di kantong kanguru atau di tas selempang. ”Aku ini, bukan pemburu atau pemain golf. Aku itu pengantar koran (loper),” kata dia, seperti dilansir New York Times,  Sabtu (2/3).

Wallace bukan satu-satunya loper koran di TWE. Ada delapan loper yang bekerja mengantarkan 2.300 eksemplar mingguan lokal tersebut. Tapi dengan rutenya masing-masing. Hanya saja, kakek ini beda. Dia sudah menjadi semacam legenda di kota berpenduduk enam ribuan jiwa itu.

Debut Wallace sebagai loper koran dimulai sejak berumur 12 tahun. Pada 1931 silam, dia pernah menjadi loper Harian Muskogee Times. Harian tersebut diterbitkan Partai Demokrat dengan wilayah edaran di Kota Muskogee, Oklahoma, AS.

Menurut dia, pekerjaan loper koran adalah tugas yang penting. Dia menceritakan bagaimana pentingnya loper koran pada masa pascaperang bagi masyarakat di AS. Dirinya masih muda saat itu dan setiap hari berteriak-teriak mengabarkan judul headline untuk menarik minat pembaca.

Di masa itu Wallace bak selebriti. Masyarakat yang tidak punya radio mencari-carinya di sudut-sudut kota atau di jalanan. Apalagi kalau bukan menanyakan kabar terbaru. Bagi masyarakat kelas emperan, Wallace lebih berharga ketimbang berita utama. Debutnya sebagai penyampai berita berhenti sebentar saat Pemerintah AS memanggilnya untuk perang.

Wallace terkena wajib militer. Dia bertugas di galangan kapal Angkatan Laut di Long Beach, California. Usai bertugas Wallace kembali ke dunianya. Wallace pun bekerja di penerbitan Upland.

Pada 1946, tersiar kabar TWE akan dijual. Buru-buru dia pulang ke Winters dan membeli usaha penerbitan itu seharga 13.500 dolar. Wallace mempertahankan TWE sampai 1983 lalu diambil alih anaknya, Charley Wallace.

Wallace tua mengisi salah satu halaman di koran tersebut. Kolom Underwood bercerita tentang sejarah kota dan ramalan cuaca. Wallace mengulas sejarah, mulai dari pembangunan Jembatan Putah Creek hingga naiknya harga perumahan di Yolo County. Tapi, perannya sebagai penulis tidak meninggalkan ‘kodratnya’ sebagai loper koran.

Peran ganda itu menciptakan hubungan emosional antara dirinya dan pembaca. Pelanggan TWE menyempatkan bertanya mengenai  berita-berita terbaru sebelum membaca penuh koran pesanannya.

Keakrabannya yang tak lekang, membuat TWE hidup sampai sekarang. Pemilik Bar Buckhorn, John Pickerel mengaku mengenal Wallace lebih dari 30 tahun. Pikerel berlangganan TWE tiga eksemplar setiap pekannya dengan membayarnya dengan bir untuk Wallace.

Direktur Jurusan Jurnalisme Universitas Michigan, Charles Eisendrath mengatakan peran orang-orang seperti Wallace tidak lagi mendapat tempat dalam industri modern. Kata dia, media berita yang sehat adalah media yang memiliki koneksi antara pembaca dan lembaga pemberitaan. Menurutnya peran Wallace merupakan contoh dari koneksi tersebut. Akan tetapi, dirinya pesimistis dengan situasi industri penerbitan sekarang yang nyaris memutuskan fungsi koneksi itu.

Hal tersebut dilihatnya dengan pengantar koran sekarang yang meninggalkan interaksi dengan pelanggan. New York Times menulis kiprah Wallace di penerbitan mesti mendapatkan apresiasi tertinggi. Media kenamaan di AS ini merekomendasikan nama Wallace berhak atas Newspaper Association of America’s Newspaper Carrier Hall of Fame. Penghormatan serupa pernah diberikan asosiasi penerbitan pers di AS ini kepada beberapa tokoh, seperti John Wayne dan Tom Brokaw. Bahkan pengusaha Warren Buffet juga mendapatkan penghormatan tersebut lantaran pernah punya pengalaman sebagai loper koran. Guinness World Records-pun harus mencatatkan Wallace sebagi loper koran tertua dan terlama sepanjang sejarah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: