Pria Nekad Menyeberang dari PNG ke Australia Dengan Rakit

Peta Selat Torres yang memisahkan Papua Nugini dan Australia.

Peta Selat Torres yang memisahkan Papua Nugini dan Australia. (sumber: Istimewa)

Sydney – Seorang pria asal Polandia beruntung bisa tetap hidup setelah berlayar dari Papua Nugini ke pulau sebelah utara Australia di atas rakit yang terbuat dari ranting dan tongkat, menyeberangi perairan yang penuh buaya air asin dan hiu, di tengah badai siklon, Jumat (25/1).

Pria tersebut ditemukan di tengah hutan bakau di Pulau Saibai yang terletak di Selat Torres di antara Australia dan Papua Nugini.

Yang menakjubkan dari perjalanannya itu adalah dia mencoba melewati Siklon Oswald dengan ketinggian ombak 1,5 meter dan kecepatan angin 40 knot, kata petugas penyelamat setempat.

“Ini pertamakalinya saya mendengar ada orang yang mencoba melintasi Selat Torres dengan rakit di tengah siklon,” kata juru bicara Otoritas Keselamatan Maritim Australia (AMSA) Jo Meehan seperti dikutip AFP. Ditambahkannya kayu dan ranting bahan rakit itu hanya diikat oleh kawat.

“Kami tidak akan merekomendasikan itu. Navigasi di wilayah tersebut sudah menyulitkan kapal-kapal normal, cukup berbahaya dengan adanya koral dan karang, dan orang ini melakukannya di tengah angin kencang dan ombak tinggi. Dia sangat beruntung bisa melewatinya.”

Pihak imigrasi Australia mengatakan mereka akan menginterogasi pria itu, dan belum jelas apakah dia memiliki paspor.

“Dia telah dipindahkan ke Pulau Thursday di mana dia ditahan sekarang,” kata seorang pejabat humas imigrasi, sembari menambahkan pria itu masih diperiksa kesehatannya sebelum ditanya tujuan perjalanannya itu.

Pria itu kepergok warga Saibai, yang menjadi bagian Australia tapi hanya berjarak 4 km dari Papua Nugini, Kamis kemarin, dan pihak AMSA segera diberitahu.

Pada hari itu juga helikopter dan kapal bea cukai dikerahkan namun dia gagal ditemukan, sehingga akhirnya polisi diberitahu dan dia ditemukan di hutan bakau.

Pria yang belum diidentifikasi itu dikabarkan memulai perjalanannya sejak Rabu dari desa Sigabadura di Papua Nugini.

Sumber :http://www.beritasatu.com/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: