Kisah Sayyiduna Abdullah bin Abdul Mutthalib,Ayah Rasulullah Yang akan Dijadikan Qurban Sembeliha

Dalam Islam, qurban tidak sekadar memiliki dimensi religius, yang menghu bungkan makhluk dengan Allah, Pencipta alam semesta. Qurban bukan sekadar ritus penyembelihan binatang dan aktivitas membagikan daging hewan kepada mereka yang tidak mampu. la pun memiliki dimensi sosial. Qurban juga memiliki akar sejarah yang demikian kuat dan memiliki posisi vital di tengah-tengah masyarakat.

Berhubungan dengan sejarah qurban seperti yang umum diketahui oleh umat Islam tentang awalnya syariat qurban diturunkan, ada satu kisah yang menarik dari Rasulullah sehingga beliau menyatakan dirinya sebagai anak dua sembelihan.

Kisahnya ketika Abdullah bin Abdul Muthalib belum dilahirkan. Ayahnya, Abdul Muthalib, pernah bernazar bahwa, jika anaknya laki-laki sudah berjumlah sepuluh orang, salah seorang di antara mereka akan dijadikan qurban.
Setelah istri Abdul Muthalib melahirkan lagi anak laki-laki, genaplah anak laki-lakinya sepuluh orang. Anak laki-laki yang kesepuluh itu tidaklah diberi nama dengan nama-nama yang biasa, tapi diberi nama dengan nama yang arti dan maksudnya berlainan sekali, yaitu dengan nama “Abdullah”, yang artinya “hamba Allah”. Lagi

Nabi Musa a.s. dan Jenazah dalam Tong Sampah

Pada zaman Nabi Musa a.s. ada seorang warga meninggal dunia. Masyarakat sekitar ternyata tidak mau merawat, memandikan. mengafani dan menguburkannya. Menurut mereka orang itu adalah orang fasik. Mayat itu diperlakukan dengan keji, diseret, dan dilemparkan ke tempat pembuangan sampah.

Allah SWT. memberikan wahyu kepada Nabi Musa a.s. , ” Hai Musa ! Ada seorang meninggal di sebuah kampung dan diperlakukan demikian hina dan dibuang ke tong sampah. Mereka tidak memandikan, mengafani, dan menguburkannya sebagaimana layaknya manusia. Padahal dia adalah seorang wali-Ku. Sekarang pergilah engkau ketempat itu, rawatlah jenazahnya. ”

Nabi Musa segera datang ke tempat itu serta bertanya kepada masyarakat setempat tentang mayat tersebut. Mereka menjawab, ” Benar, ada orang yang fasik yang telah meninggal dunia. Sifatnya demikian……Jelas dia termasuk orang fasik. ”

Musa a.s. bertanya, ” Dimana mayat itu sekarang? Tahukah engkau, Allah telah memberikan wahyu tentang orang tersebut kepadaku. ” Lagi

ORANG YANG MASUK SURGA LANTARAN MENYINGKIRKAN SESUATU YANG MENGGANGGU DARI JALAN KAUM MUSLIMIN

PENGANTAR

Rasulullah menyampaikan bahwa iman memiliki tujuh
puluh lebih cabang, dan paling tinggi adalah ucapan ‘La
Ilaaha Illallah’, sedangkan yang paling rendah adalah
membuang sesuatu yang mengganggu dari jalan. Dalam
kisah hadis ini Rasulullah menyampaikan tentang seorang
laki-laki yang dimasukkan Surga oleh Allah hanya karena
dia menyingkirkan dahan berduri dari jalan kaum
muslimin sehingga tidak mengganggu mereka.

NASH HADIS

Bukhari Muslim meriwayatkan dalam Shahih keduanya
dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda, “Ketika
seorang laki-laki berjalan di satu jalan, dia melihat
ranting berduri di jalan, lalu dia menyingkirkannya. Maka
Allah bersyukur kepadanya dan mengampuninya.”
Dalam sebagian riwayat dalam Muslim dari Abu Hurairah
berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Seorang laki-laki
melewati sebuah cabang pohon di badan jalan. Dia
berkata, ‘Demi Allah, aku akan menyingkirkan ini dari
kaum muslimin agar tidak mengganggu mereka.’ Maka
dia dimasukkan Surga.”
Dalam riwayat lain dalam Muslim dari Abu Hurairah dari
Nabi bersabda, “Sungguh, aku telah melihat seorang lakilaki
berguling-guling di Surga hanya karena dia
memotong dahan pohon di badan jalan yang mengganggu
manusia.” Lagi

ORANG-ORANG YANG MASUK DESA DENGAN MERANGKAK DI ATAS PANTAT MEREKA

PENGANTAR
Ini kisah tentang pengingkaran dan kedurhakaan dalam
membalas nikmat dan kebaikan. Allah memerintahkan
Bani Israil agar masuk ke sebuah desa di bumi yang suci
(Baitul Maqdis) dengan kemenangan dan ketundukan
kepada Allah serta permohonan ampunan dan rahmat
kepada-Nya. Akan tetapi, mereka mengganti ucapan
dengan ucapan lain yang tidak disampaikan kepada
mereka. Mereka masuk dengan merangkak di atas pantat
mereka, meneriakkan perkataan orang-orang bodoh
dengan slogan-slogan kosong, mengganti kalamullah.
Maka, Allah menurunkan siksa dari langit kepada orangorang
dzalim di kalangan mereka.
NASH HADIS
Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah berkata bahwa
Rasulullah bersabda, “Dikatakan kepada Bani Israil,
‘Masuklah pintu gerbang sambil bersujud dan katakanlah,
‘Bebaskanlah kami dari dosa.’ (QS. Al-Baqarah: 58). Lalu
mereka mengganti. Mereka masuk dengan merangkak di
atas pantat mereka dan berkata, ‘Satu biji dalam sehelai
rambut.” Lagi

17 Tahun Gendong Suami Pergi Mengajar

Du Chanyun adalah seorang guru di kampung Dakou kota Liushan, tepatnya di pedalaman pegunungan Tuniu. Chanyun  adalah tumpuan harapan dari 500 KK yang tersebar di  kampung Dakou.

Tahun 1981, setelah lulus SMA, ketika itu usianya 19 tahun, Chanyun memutuskan menjadi seorang guru SD di kampung Dakou. Pria asal kampung Nancao, Provinsi Henan ini adalah seorang guru yang gigih. Selama sepuluh tahun, setiap bulan dia hanya memperoleh gaji guru sebesar RB. 6.5 (atau sekitar Rp. 7.000,-).

Suatu hari, di tahun 1990, bencana datang menimpanya.  Saat itu adalah musim panas. Hujan badai membasahi ruangan kelas sekolahnya. Biasanya, di liburan musim panas, orang-orang di kampung itu mengumpulkan uang untuk memperbaiki sekolah, Du Chanyun begitu bersemangat bekerja, kehujanan pun tetap kerja memindahkan batu, seluruh badan basah kuyup. Akhirnya pada suatu hari, dia jatuh sakit, sakit berat karena kehujanan dan capek. Lagi

Berguru Dari Bu Sumirah (Tukang Pijat)

Dikutip dari http://www.kompas.com : Jumat, 19 September 2008

***

SURABAYA – Menjadi tukang pijat belumlah cukup. Sumirah nyambi jadi tukang sol sepatu, penjahit, dan pekerja pabrik. Sebagian hasil keringatnya itu ia gunakan untuk membangun madrasah, masjid, mushala, dan mengurus anak yatim. Ternyata, beramal tidak harus menunggu kaya.

Penolakan halus langsung diucapkan Sumirah, pimpinan Panti Asuhan Yatim Piatu Amanah, Rungkut, Surabaya, saat akan diwawancarai Surya untuk tulisan ini. “Saya ini apalah mbak, kok pakai diwawancarai. Masih banyak yang lebih bagus, lebih pintar, dan lebih hebat,” elaknya saat ditemui di Panti Asuhan Amanah sekaligus rumahnya di Jalan Pandugo Gg II Nomor 30 B, Rungkut, Senin (15/9).

Secara materi, Sumirah memang belum bisa dibandingkan dengan pengusaha sukses. Namun, kekayaan hati Sumirah mungkin hanya dimiliki segelintir orang pada abad ini.

Perempuan kelahiran 3 April 1965 ini tak cukup mengelola panti asuhan. Ia mendirikan madrasah, masjid, dan mushala di kampungnya, Pacitan. Mungkin juga sulit dipercaya, Sumirah menghidupi anak-anak yatim dengan menjadi tukang pijat panggilan. Lagi

Matematika Gaji dan Logika Sedekah

Dalam satu kesempatan tak terduga, saya bertemu pria ini. Orang-orang biasa memanggilnya Mas Ajy. Saya tertarik dengan falsafah hidupnya, yang menurut saya, sudah agak jarang di zaman ini, di Jakarta ini. Dari sinilah perbincangan kami mengalir lancar.

Kami bertemu dalam satu forum pelatihan profesi keguruan yang diprogram sebuah LSM bekerja sama dengan salah satu departemen di dalam negeri. Tapi, saya justru mendapat banyak pelajaran bernilai bukan dari pelatihan itu. Melainkan dari pria ini.

Saya menduga ia berasal dari kelas sosial terpandang dan mapan. Karena penampilannya rapih, menarik dan wajah yang tampan. Namun tidak seperti yang saya duga, Mas Ajy berasal dari keluarga yang pas-pasan. Jauh dari mapan. Sungguh kontras kenyataan hidup yang dialaminya dengan sikap hidup yang dijalaninya. Sangat jelas saya lihat dan saya pahami dari beberapa kali perbincangan yang kami bangun.

Satu kali kami bicara tentang penghasilan sebagai guru. Bertukar informasi dan memperbandingkan nasib kami satu dengan yang lain, satu sekolah dengan sekolah lainnya. Kami bercerita tentang dapur kami masing-masing. Hampir tidak ada perbedaan mencolok. Lagi

Maaf, Saya Mau Ke Masjid….

Seorang pengusaha shalih bernama Kajiman -bukan nama asli- sedang menginap di sebuah hotel berbintang lima di Semarang. Usai melakukan qiyamul-lail ia bergegas ke luar hotel untuk mencari masjid terdekat untuk shalat Shubuh berjamaah. Waktu saat itu menunjukkan bahwa waktu adzan Shubuh kira-kira setengah jam ke depan.Sehingga Ia ingin jalan-jalan sebentar sebelum sholat shubuh.

Begitu keluar dari lobby hotel, Kajiman pun meminta kepada tukang becak yang bernama Ibnu untuk mengantar keliling Semarang. Kira-kira belasan menit sudah Ibnu mengayuhkan pedal becak, sayup-sayup terdengar suara tarhim yang mengisyaratkan waktu shubuh akan tiba.

Sejurus itu Ibnu berkata santun kepada penumpangnya, “Mohon maaf ya pak, boleh tidak bapak saya pindahkan ke becak lain??” Kajiman membalas, “Memangnya bapak mau kemana?” “Mohon maaf pak, saya mau pergi ke masjid!” jawab Ibnu. Lagi

Motor Curian dalam Al-Qur’an?

by Bang DEPOY

***

Terdengar keras pintu masuk dibanting kuat-kuat. Mendengar itu Bu Dedeh bertanya-tanya dalam hati: “Siapa gerangan itu?”

Ternyata Tabrani, anaknya yang baru pulang dari kantor.

“Kenapa Sep? Kok kamu kelihatan gusar begitu? Apalagi , apa gak malu didengar tetangga, pintu itu kamu banting keras-keras? “

“Maaf Bu. Aku kena musibah. Motorku dicuri orang di kantor. Semua orang di kantor dan petugas satpam juga tidak tahu menahu. Aku sudah lapor polisi terdekat, walau tahu itu percuma. Aku benar-benar kalut saat ini. Apalagi kreditannya belum selesai. Aduhhh! harus cari di mana yah!!??? Sepertinya aku benar-benar ingin menghabisi orang yang curi motorku itu, jika beruntung ketemu nanti. Awasss!!!” cerita Tabrani tak ada ujungnya.

Ibunya melihat kegusaran anaknya berlebihan. Ingin rasanya memeluk dan mengelus dadanya. Namun ia pikir, saat ini ia tidak bisa menghadapi anaknya dengan tenang. Untuk apa menghadapi sebuah batu.

“Coba kamu cari motormu di Al Qur’an!” seru ibunya sambil berlalu kembali ke kamarnya, sambil berharap ada air yang bisa menghancurkan batu itu. Lagi

Menikah Dengan Seorang Gadis yang Buta,Tuli, Bisu dan Lumpuh

Pada zaman dahulu ada seorang pemuda pengembara bernama Ahmad. Ahmad adalah seorang pengembara yang soleh dan taat kepada Allah. Hutan, gunnung serta padang pasir telah dilalui dalam pengembaraannya.

Suatu ketika disaat Ahmad sedang menyusuri sebuah sungai. Dia merasa dahaga yang tiada terhingga, karena hari memang sangat panas sekali. Ahmadpun kemudian berhenti dipinggir sungai untuk minum dan mencuci mukanya. “Alhamdulillah….. terimakasih ya Allah, engkau telah memberikan keselamatan kepadaku dengan air sungai ini”. Tiba-tiba Ahmad melihat sesuatu mengapung-apung disungai menuju kearahnya. Tanpa berfikir panjang Ahmad pun kemudian mencebur dan mengambilnya yang ternyata adalah sebuah apel. “Ini mungkin rizki untukku”. Ahmad kemudian memakan apel itu. Tetapi disaat apel itu termakan hampir habis, Ahmad teringat sesuatu. “Astaghfirullah, Kalau ada buah apel terjatuh, berarti disekitar sini ada sebuah kebun. Dan bila ada sebuah kebun, mungkin kebun itu ada yang memiliki. Ya Allah Ampunilah hambamu yang telah memakan buah ini tanpa meminta izin kepada pemiliknya. Sebaiknya aku mencari dimana pemilik kebun dari buah ini.

Ahmadpun kemudian menyusuri sungai itu tanpa merasa letih. Dan benarlah, ternyata diujung sebuah hulu sungai ada sebuah kebun apel yang sangat luas. Ahmad kemudian mendatangi kebun itu dan mencari pemiliknya. Disaat Ahmad sedang mencari tiba-tiba seorang kakek mengejutkannya. Lagi

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 104 pengikut lainnya.