Kisah Bayi Berbicara Menangkal Fitnah

Kisah Bayi Berbicara Menangkal Fitnah
NET
Masjidil Haram.

TRIBUNNEWS.COM - JIKA kita mendengar nama Nabi Yusuf,  pastilah langsung teringat dengan kisah ketampanannya. Selain tampan, Nabi Yusuf juga dianugrahi kemampuan menafsirkan mimpi, ahli perekonomian dan ahli siasat perjuangan.

Yusuf AS adalah putra nabi Ya’qub yang putra Nabi Ishaq yang putra Nabi Ibrahim. Yusuf disebut-sebut dalam Alquran sebanyak 26 ayat. Sebanyak 24 kali disebut dalam surat Yusuf dan dua lagi di Surat Al An’am dan Al Mukminuun.

Selain kisah dibuangnya nabi Yusuf lewat persekongkolan jahat para saudaranya– Kecuali Bunyamin. Ada sebuah kisah tentang keajaiban yang bisa membebaskan Yusuf bisa dari jerat fitnah. Lagi

Permohonan Si Miskin Dan Si Kaya

Sebuah cerita teladan diambil dari buku “1001 Kisah Teladan” Nabi Musa AS memiliki ummat yang jumlahnya sangat banyak dan umur mereka panjang-panjang. Mereka ada yang kaya dan juga ada yang miskin. Suatu hari ada seorang yang miskin datang menghadap Nabi Musa AS. Ia begitu miskinnya pakaiannya compang-camping dan sangat lusuh berdebu. Si Miskin itu kemudian berkata kepada Baginda Musa AS, “Ya Nabiullah, Kalamullah, tolong sampaikan kepada Allah SWT permohonanku ini agar Allah SWT menjadikan aku orang yang kaya. Nabi Musa AS tersenyum dan berkata kepada orang itu, “Saudaraku, banyak-banyaklah kamu bersyukur kepada Allah SWT. Si Miskin itu agak terkejut dan kesal, lalu ia berkata, Bagaimana aku mau banyak bersyukur, aku makan pun jarang, dan pakaian yang aku gunakan pun hanya satu lembar ini saja”!. Akhirnya Si Miskin itu pulang tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya. Lagi

Nabi Sulaiman as Menangkap Iblis

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Nabi Sulaiman as memohon kepada Allah, ” Ya Allah , Engkau telah menundukkan bagiku manusia, jin, binatang buas, burung-burung dan para malaikat. Ya Allah, aku ingin menangkap Iblis dan memenjarakan, merantai, serta mengikatnya , sehingga manusia tidak berbuat dosa dan maksiat lagi. “

Allah Swt kemudian mewahyukan kepada Nabi Sulaiman as, ” Wahai Sulaiman, tidak ada kebaikan (nya) jika Iblis ditangkap. ” Nabi Sulaiman as tetap memohon, ” Ya, Allah, keberadaan makhluk terkutuk itu tidak memiliki kebaikan di dalamnya. “

Allah Swt berfirman, ” Jika Iblis tidak ada, maka banyak pekerjaan manusia yang akan ditinggalkan. “

Nabi Sulaiman As berkata, ” Ya Allah, aku ingin menangkap makhluk terkutuk ini selama beberapa hari saja. “

Allah Swt ber-firman , ” Bismillah, tangkaplah Iblis ! “
Kemudian Nabi Sulaiman as menangkap Iblis itu. Beliau merantai dan memenjarakannya. Lagi

5 Perkara Aneh Yang Ditemui Seorang Nabi

Abu Laits as-Samarqandi adalah seorang ahli fiqah yang masyur. Suatu ketika dia pernah berkata, ayahku bercerita bahwa antara Nabi-Nabi yang bukan Rasul ada yang menerima wahyu dalam bentuk mimpi dan ada yang hanya mendengar suara.
Maka salah seorang Nabi yang menerima wahyu melalui mimpi itu, pada suatu malam bermimpi diperintahkan yang berbunyi, “Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghadaplah ke barat. Engkau dikehendaki berbuat:-
1. Apa yang engkau lihat (hadapi) maka makanlah,
2. Engkau sembunyikan,
3. Engkau terimalah,
4. Jangan engkau putuskan harapan,
5. Larilah engkau daripadanya.”

Pada keesokan harinya, Nabi itu pun keluar dari rumahnya menuju ke barat dan kebetulan yang pertama dihadapinya ialah sebuah bukit besar berwarna hitam. Nabi kebingungan sambil berkata, “Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan.”
Maka Nabi itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya. Ketika dia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti. Maka Nabi pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya. Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu. Dia pun mengucapkan syukur ‘Alhamdulillah’. Lagi

Rela dimasukkan ke neraka Demi Menolong Orang Lain

Nabi Musa AS suatu hari sedang berjalan-jalan melihat keadaan umatnya. Nabi Musa AS melihat seseorang sedang beribadah. Umur orang itu lebih dari 500 tahun. Orang itu adalah seorang yang ahli ibadah. Nabi Musa AS kemudian menyapa dan mendekatinya. Setelah berbicara sejenak ahli ibadah itu bertanya kepada Nabi Musa AS,  ” Wahai Musa AS aku telah beribadah kepada Allah SWT selama 350 tahun tanpa melakukan perbuatan dosa. Di manakah Allah SWT akan meletakkanku di Syurga-Nya?. Tolong sampaikan pertanyaanku ini kepada Allah “. Nabi Musa AS mengabulkan permintaan orang itu.
Nabi Musa AS kemudian bermunajat memohon kepada Allah SWT agar Allah SWT memberitahukan kepadanya di mana umatnya ini akan ditempatkan di akhirat kelak. Allah SWT berfirman, “Wahai Musa (AS) sampaikanlah kepadanya bahawa Aku akan meletakkannya di dasar Neraka-Ku yang paling dalam”. Nabi Musa AS kemudian mengkhabarkan kepada orang tersebut apa yang telah difirmankan Allah SWT kepadanya. Ahli ibadah itu terkejut. Lagi

Manusia Paling Mulia

Suatu ketika , Nabi Isa As berjumpa dengan orang yang buta, lumpuh, dan tertimpa penyakit kusta. Kulitnya mulai mengelupas karena penyakit itu.

Dalam kondisi seperti itu, orang tersebut berucap, ” Ya Allah , aku bersyukur pada-Mu, lantaran Engkau telah menyelamatkan daku dari bencana yang kau timpakan pada makhluk-makhluk lain. “

Nabi Isa As, bertanya, ” Bencana apakah itu yang engkau telah selamat darinya? “

Orang itu menjawab, “ Wahai Isa, saya berada diperingkat yang lebih baik ketimbang orang-orang yang tidak mengenal Tuhannya, dalam hati mereka. ”

Nabi Isa As mengatakan, ” Anda berkata benar. “

Kemudian Nabi Isa As menjabat tangan orang itu dan berkata, ” Anda orang yang paling mulia. ” Setelah itu Nabi Isa As selalu bersama orang itu dan beribadah bersama-sama.

Dipetik dari Buku ” Kisah-Kisah Allah ” Karya Ahmad Mir Khalaf Zadeh & Qasim Mir Khalaf Zadeh.

Keterasingan Pemuda Pendosa

Pada masa Nabi Musa As, di antara Bani Israel, hiduplah seorang pemuda fasik yang selalu berbuat maksiat. Semua penduduk kota mengetahui keburukan pemuda itu. Allah Swt kemudian mewahyukan kepada Nabi Musa As, ” Usirlah pemuda itu dari kota. “

Pemuda itu pun pergi ke sebuah desa. Penduduk desa itu juga mengusirnya. Kemudian, pemuda itu pergi ke puncak gunung dan menyepi di sebuah gua. Disana, dia jatuh sakit dan tak seorang pun merawatnya.

Pemuda itu meletakkan kepalanya di atas tanah seraya berkata, ” Tuhanku, andai ibuku berada di sisiku, niscaya dia akan mengasihi dan menangisiku atas kehinaan dan keterasinganku. Ya Allah, Engkau telah menjauhkanku dari ayah dan ibuku, maka janganlah Engkau putuskan kasih sayang-Mu terhadapku. Engkau telah membakar hatiku dengan api perpisahanku dengan kedua orang tua itu. Karenanya, janganlah Kau bakar aku dengan api neraka-Mu. ” Lagi

Melarikan Diri Dari Malaikat Maut

Dengan menyamar sebagai manusia, malaikat maut si pencabut nyawa Nabi Sulaiman as yang sedang duduk-duduk bersama temannya. Sang malaikat menatap salah seorang di antara mereka dengan pandangan yang begitu tajam.

Hal itu menarik perhatian sebagian besar teman-teman Sulaiman. Setelah lelaki itu keluar majelis, mereka bertanya, “Siapakah orang tadi ya Nabiyullah? Kulihat dia terus-menerus memandangiku?” kata seorang teman Sulaiman.

“Dia itu malaikat Izrail pencabut nyawa,” katanya. Mendengar jawaban itu, lelaki yang bertanya itu hatinya menjadi kecut. Tubuhnya gemetar, keluar keringat dingin dari tubuhnya. Sia berpikir, tentu tidak lama lagi nyawanya akan dicabut dan meninggal. Lagi

Kisah Nabi Musa As dan Nabi Khidir

Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dalam Shahih keduanya, dari Said bin Jubair. Ia bercerita, “Aku pernah mengatakan kepada Ibnu Abbas bahwa Nauf Al-Bikali mengatakan bahwa Musa, sahabat Khidhir tersebut, bukanlah Musa dan sahabat Bani Israil. Maka Ibnu Abbas pun berkata, “Musuh Allah itu telah berdusta.” Ubay bin Kaab pernah mendengar Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, “Sesungguhnya Musa pernah berdiri memberikan ceramah kepada Bani Israil, lalu ia ditanya, ‘Siapakah orang yang paling banyak ilmunya?’ Ia menjawab, ‘Aku.’ Maka Allah mencelanya, karena ia tidak mengembalikan ilmu kepada-Nya. Lalu Allah mewahyukan kepadanya, ‘Sesungguhnya Aku mempunyai seorang hamba yang berada di tempat pertemuan dua laut, yang ia lebih berilmu daripada dirimu.’ Musa berkata, ‘Ya Tuhanku, bagaimana bisa aku menemuinya?’ Dia berfirman, ‘Pergilah dengan membawa seekor ikan, dan letakkanlah ia di dalam keranjang. Di mana ikan itu hilang, maka di situlah Khidhir itu berada.’ Lagi

Pengingkaran dan Sifat Lupa Adam

Tirmidzi  meriwayatkan dari Abu Hurairah yang berkata bahwa Rasulullah Shallallahu Alahi wa Sallam bersabda, “Ketika Allah menciptakan Adam dan meniupkan ruh padanya, dia bersin, dia berkata, ‘Alhamdulillah,’ dia memuji Allah dengan izin-Nya. Maka Tuhannya berfirman kepadanya, ‘Semoga Allah merahmatimu, wahai Adam. Pergilah kepada para malaikat itu, sebagian mereka sedang duduk. Katakanlah, ‘Assalamu’alaikum.’ Mereka menjawab, ‘Wa alaikas salamu warahmatuh.’ Lalu Adam kembali kepada Tuhannya, dan Dia berfirman, ‘Sesungguhnya itu adalah penghormatanmu dan penghormatan anak–anakmu di antara mereka.’

Lalu Allah berfirman kepada Adam, sementara kedua TanganNya mengepal, ‘Pilih satu dari keduanya yang kamu kehendaki.’ Adam menjawab, ‘Aku meilih tangan kanan Tuhanku dan kedua Tangan Tuhanku adalah kanan yang penuh berkah.’ Kemudian Allah membukanya. Ternyata di dalamnya terdapat Adam dan anak cucunya. Adam bertanya, ‘Ya Rabbi, siapa mereka?’ Allah menjawab, ‘Mereka adalah anak cucumu.’ Lagi

Previous Older Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 104 pengikut lainnya.