Subhanallah, Pria Yahudi Ini Mengislamkan Jutaan Orang
31 Mar 2012 1 Komentar

REPUBLIKA.CO.ID, Jad adalah seorang pria keturunan Yahudi. Di pertengahan hidupnya, ia memeluk agama Islam. Setelah bersyahadat, ia mengubah namanya menjadi Jadullah Al-Qur’ani.
Jad pun memutuskan hidupnya untuk berkhidmat dalam dakwah Islamiyah. Dia berdakwah ke negara-negara Afrika dan berhasil mengislamkan jutaan orang.
Sejatinya, Ibunda Jadullah adalah Yahudi fanatik, seorang dosen di salah satu lembaga tinggi. Namun di tahun 2005, dua tahun setelah kematian Jadullah, ibunya memeluk agama Islam. Lagi
Profesor Kanada jadi Muallaf setelah Studi Mendalam tentang Islam dan Al-Qur’an
31 Mar 2012 1 Komentar
![]()
KAIRO, MESIR (voa-islam.com) - Penggambaran negatif media terhadap umat Islam dan iman mereka telah mendorong seorang profesor Kanada untuk mempelajari Islam dan Alquran, dan membawanya untuk memeluk Islam.
“Ketika saya datang ke Arab Saudi saya menyadari betapa salah media Barat menggambarkan Islam sebagai agama kekerasan dan terorisme,” kata David Roy Woelke, seorang profesor bahasa Inggris asal Kanada di King Abdulaziz University, kepada Arab News Jumat, 30/3/2012).
“Bahkan, ini adalah agama perdamaian dan persaudaraan universal.” Lagi
Alhamdulillah…Suku-suku di Afrika Beralih Pada Islam
19 Okt 2011 Tinggalkan sebuah Komentar

REPUBLIKA.CO.ID, ADDIS ABEBA – Kepala Dewan Muslim Kenya menyatakan lebih banyak warga Afrika yang memeluk Islam setiap hari. “Masa depan cerah bagi Islam di Afrika. Sangat mungkin, Islam akan menjadi agama paling banyak dipeluk di benua ini,” papar Abdul Ghafur Bu Saedi, seperti dikutip Abna.ir, Rabu (1810).
Abdul mengatakan banyak suku-suku di Afrika menaruh minat dalam membaca dan menghafal Alquran. Itu terlihat dari jumlah lembaga Islam di Afrika yang terus meningkat. “Anda lihat saja hari Jum’at, banyak orang yang datang ke Masjid di seluruh Kenya. Mereka lalu bersyahadat, belajar shalat dan membaca Alquran,” ujarnya. Lagi
Meski Ditentang, Keluarga Korban 9/11 Tetap Jadi Mualaf
07 Sep 2011 Tinggalkan sebuah Komentar

REPUBLIKA.CO.ID, Elizabeth Torres kehilangan delapan anggota keluarganya dalam serangan 11 September 2001 lalu. Beberapa tahun kemudian, ia menjadi seorang mualaf.
“Saya tak pernah menyalahkan agama apapun atas apa yang terjadi pada keluarga saya,” ujar Torres. “Islam tidak menyuruh kita untuk menghancurkan apapun. Orang-orang yang melakukan ini dimanipulasi, dicuci otaknya,” katanya lagi. Lagi
Subhanallah! Seribu Ekspatriat di Kuwait Memeluk Islam Selama Ramadhan
29 Agu 2011 Tinggalkan sebuah Komentar

REPUBLIKA.CO.ID, KUWAIT – Hampir sekitar seribu ekspatriat, yang terdiri dari pria dan wanita telah membulatkan tekad untuk memeluk Islam. Peristiwa besar tersebut terjadi selama bulan Ramadhan ini di Kuwait.
Hal itu disampaikan Jamal Al Shatti, pimpinan The Committee to Promote Islam, organisasi yang menghimpun dan memberi pendampingan bagi mualaf, Ahad (28/8) kepada KUNA. Besarnya jumlah ekspatriat yang memeluk Islam tersebut, menurut dia, ibarat “sebuah mimpi yang menjadi kenyataan.” Lagi
Kisah Singkat Sigit Nugroho, Dahulu Atheis Kini Ketua Talk Show Ramadhan 2011
29 Agu 2011 Tinggalkan sebuah Komentar

REPUBLIKA.CO.ID, Sore itu di gedung Fatahilah Masjid Sunda Kelapa (Sabtu, 13 Agustus 2011) sebuah kegiatan diskusi digelar dengan tema Kesalehan Sosial. Diskusi itu dihadiri oleh para mualaf.
Dalam acara tersebut ada salah satu anggota yang cukup menarik perhatian. Dia adalah Sigit Nugroho Wartawan senior Bola yang memiliki jaringan luas di tingkat Internasional. Ia adalah seorang mualaf yang kini mendirikan OLE!. Lagi
20 Insinyur Cina Memeluk Islam di Makkah
29 Agu 2011 2 Komentar
MAKKAH - Dua puluh insinyur senior Cina yang bekerja pada proyek Kereta Al-Masha’er telah memeluk Islam dengan mengucapkan Syahadat. Para insinyur ini sekarang bergabung dengan 2000 pekerja lainnya yang juga telah menjadi Muslim.
Ada 6000 insinyur dan pekerja yang terlibat dalam pembangunan sistem transportasi. Sebuah masjid untuk beribadah juga telah didirikan pada proyek ini.
Mereka kini sedang mengikuti pelajaran yang diberikan untuk para Mualaf oleh Kantor Koperasi Mekah untuk Bimbingan Komunitas, dari Divisi Bimbingan Masyarakat Cina. Lagi
Neelain Muhammad: Mengajarkan Tauhid di Gereja
24 Agu 2011 Tinggalkan sebuah Komentar

REPUBLIKA.CO.ID, GEORGIA – Suatu hari, dalam sebuah kereta bawah tanah, seorang anak berusia 14 tahun bernama Neelain Muhammad bertemu pria kulit hitam. “Ucapkan syahadatmu, ucapkan syahadatmu!“ ujar pria yang berasal dari Nation of Islam itu, sedikit memaksa. Neelain pun langsung menghindar dan menjauhi pria itu.
Sejak itulah, Neelain mulai mengenal Islam. Pada waktu itu, kata dia, kelompok Muslim kulit hitam di Amerika yang tergabung dalam Nation of Islam amat gencar memperkenalkan Islam. “Mereka ada di mana-mana seperti semut,” ujarnya dalam sebuah acara televisi bertajuk The Deen Show.
Dari pengalamannya bertemu pria kulit hitam yang memintanya mengucap syahadat, dia juga mulai tahu bahwa memakan daging babi dilarang oleh ajaran Islam. Uniknya, sejak mengetahui informasi itu, Neelain tak mau lagi mengonsumsi daging babi. Lagi
Prof James Frankel:Mempelajari Pergerakan Matahari untuk Menentukan Imsak dan Magrib
24 Agu 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA–Setelah ucapan teman yang membuatnya sangat shock, James Frankel mengontak sahabatnya itu dan memintanya mengirimkan beberapa literatur mengenai pengenalan Islam dan kehidupan seorang Muslim.
Mansour mengirimkan beberapa buku dan satu buku yang memiliki pengantar yang sangat bagus, baik tentang kepercayaan dalam Islam dan Rukun Islam. Dari buku tersebut James belajar tentang shalat, bagaimana mengucapkan syahadat, dan bagaimana berwudhu.
Kemudian James belajar shalat. James merasa dirinya menjadi Muslim kloset karena ia harus kucing-kucingan dengan keluarganya ketika melaksanakan shalat. Bahkan melaksanakan puasa di bulan Ramadhan pun ia lakukan sendiri. Ia melihat pergerakan matahari untuk menentukan waktu imsak dan berbuka. “Saya mencari tahu kapan matahari terbit dan tenggelam,” ujarnya dalam onislam.net. Lagi
Tanya, Gadis Piatu Kanada yang Menemukan Damai dalam Islam
24 Agu 2011 Tinggalkan sebuah Komentar
abna.ir
REPUBLIKA.CO.ID, TORONTO – Namanya Tanya. Kemiskinan membuatnya harus tinggal di panti asuhan. Ibunya tak lagi mampu menanggung ekonomi keluarga sepeninggal ayahnya.
Ia pernah menghuni tiga rumah asuh yang berbeda. “Selama waktu itu aku benar-benar sendirian. Aku tidak punya ibu, ayah dan tidak ada teman, tidak ada tempat dimana saya bisa berpegang,” katanya.
Dalam kesendirian itulah, ia mencari pegangan hidup: Tuhan. “Aku mulai menghadiri kebaktian di Gereja Pantekosta. Minggu menjadi hari yang kutunggu,” katanya. Lagi









Komentar Terakhir