Bagaimana Hukumnya Mengambil Faidah dari Apa yang Ada Pada Orang Kafir?

Pertanyaan :

Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin ditanya : Bagaimana hukumnya mengambil faidah dari apa yang ada pada orang kafir tanpa terlibat dalam sesuatu yang berbahaya? Apakah konsep maslahah mursalah bisa masuk di dalamnya?

Jawaban:

Yang dilakukan oleh musuh-musuh islam, yaitu orang-orang kafir dibagi menjadi tiga bagian:

Pertama, ibadah

Kedua, adat kebiasaan

Ketiga, pekerjaan dan pabrik.

Dari aspek ibadah, sebagaimana yang kita ketahui, ikut serta atau menyerupai ibadah mereka, hukumnya haram bagi seorang muslim. Barangsiapa yang menyerupai mereka dalam beribadah maka dia berada dalam bahaya yang besar, karena hal itu dapat menjerumuskannya ke dalam kekafiran dan mengeluarkannya dari Islam.

Dari aspek kebiasaan, seperti pakaian dan sebagainya juga diharamkan bagi orang Islam untuk menyerupai pakaian orang-orang kafir, karena Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Barang siapa yang menyerupai suatu kaum maka dia adalah bagian dari mereka.” Lagi

Bagaimana Hukumnya Mendatangkan Orang non-Islam ke Jazirah Arab?

Pertanyaan :

Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin ditanya : Bagaimana Hukumnya Mendatangkan Orang Non-Muslim Ke Jazirah Arab ?

Jawaban:

Mendatangkan orang non-Islam ke Jazirah Arab termasuk masalah berat yang dihadapi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadits Shahih Bukhari bahwa beliau bersabda tatkala menderita sakit yang menyebabkan kewafatannya, “Keluarkan orang-orang musyrik dari Jazirah Arab.” (Ditakhrij oleh Al-Bukhari kitab Al-Jihad was Sair, bab “Hal Yustasyfa’u Ahli Dzimmah.” (3505)).

Dalam Shahih Muslim dijelaskan bahwa beliau bersabda, “Saya benar-benar akan mengeluarkan orang-orang Yahudi dan Nasrani dari Jazirah Arab hingga tidak membiarkan di dalamnya, kecuali orang Islam.” (Ditakhrij oleh Muslim kitab Al-Jihad was Sair, bab “Ikhraju Al-Yahud wa An-Nashara min Jazirah Al-Arab”, (1767).

Tetapi jika kita mendatangkan mereka karena kita membutuhkan dan kita tidak menemukan orang Islam yang bisa melakukan pekerjaan itu, maka hukumnya tidak apa-apa, dengan syarat mereka tidak perkenankan untuk bermukim secara bebas. Lagi

Wajibkah Orang Kafir Memeluk Agama Islam?

Pertanyaan :

Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin ditanya : Wajibkah Orang Kafir Memeluk Agama Islam ?

Jawaban:
Setiap orang kafir harus memeluk agama Islam walaupun mereka Nasrani ataupun Yahudi, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Quran, ” Katakanlah: “Hai manusia Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua, Yaitu Allah yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, yang menghidupkan dan mematikan, Maka berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya, Nabi yang Ummi yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimat-Nya (kitab-kitab-Nya) dan ikutilah Dia, supaya kamu mendapat petunjuk.” (Al-A’raf:158).

Maka setiap orang mukmin wajib beriman kepada Allah dan Rasul-Nya Shallallahu Alahi wa Sallam.. Hanya saja agama Islam ini, karena rahmat Allah dan kebijaksanaan-Nya, diperbolehkan bagi selain Islam untuk tetap memeluk agama mereka dengan syarat mereka harus tunduk kepada pemerintahan Islam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (Yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam Keadaan tunduk.”(At-Taubah:29) Lagi

Hukum Bepergian Ke Negera-Negara Non Islam

Pertanyaan:
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Banyak orang yang bepergian ke luar negeri non Islam yang tidak mempedulikan perbuatan-perbuatan maksiat, terutama mereka yang bepergian untuk merayakan bulan madu. Saya mohon perkenan Syaikh yang mulia untuk berkenan memberikan nasehat kepada anak-anak dan saudara-saudara kaum muslimin serta para penguasa untuk memperhatikan masalah ini.

Jawaban:
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Rasulullah, keluarga dan para sahabatnya serta mereka yang meniti petunjuknya. Amma ba’du,

Tidak diragukan lagi bahwa bepergian ke negeri kafir mengandung bahaya besar, tidak hanya untuk saat pernikahan, atau yang disebut dengan istilah bulan madu, tapi juga untuk saat-saat lainnya. Seharusnya seorang mukmin bertakwa kepada Allah dan mewaspadai faktor-faktor yang bisa menimbulkan marabahaya. Bepergian ke negara-negara musyrikin, juga ke negara-negara yang menganut faham kebebasan mutlak dan yang tidak ada pengingkaran terhadap perilaku kemungkaran, mengandung bahaya-besar yang mengancam agama dan moralnya, termasuk juga terhadap agama isterinya jika turut serta bersamanya. Maka seharusnya semua pemuda kita dan semua saudara kita, tidak bepergian ke sana dan memalingkan angan-angan dari itu serta tetap tinggal di negeri mereka saat masa pernikahan dan lainnya. Mudah-mudahan dengan begitu Allah Subhanahu wa Ta’ala melindungi mereka dari keburukan bisikan-bisikan setan. Bepergian ke negara-negara yang banyak kekufuran, kesesatan, kebebasan dan merajalelanya kerusakan, seperti; perzinaan, minum khamr dan berbagai macam kekufuran dan kesesatan lainnya, mengandung bahaya yang besar baik terhadap laki-laki maupun perempuan. Berapa banyak orang shalih yang bepergian ke sana lalu kembali menjadi orang yang rusak. Berapa banyak orang muslim yang kembali telah menjadi seorang kafir. Bahayanya bepergian yang demikian ini sungguh sangat besar. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda, Lagi

Hukum Orang Muslim Yang Malu Mengenakan Busana Muslim Di Negara Non Muslim

Pertanyaan:
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Ada sebagian orang yang ketika bertandang ke luar negeri merasa tertekan dan malu bila mengenakan busana yang menunjukkan keislamannya. Apa saran Syaikh?

Jawaban:
Memang benar apa yang dikatakan oleh penanya, dan ini sungguh ironis. Kendati kita memang orang-orang yang tinggi derajatnya, namun kita dapati adanya kelemahan kepribadian, dan realitanya kita merasakan bahwa kita hanyalah pengekor dan pengikut mereka. Ada sebagian orang di antara kita, ketika melihat sesuatu yang bermanfaat tidak mengaitkannya kepada dirinya dan tidak pula kepada kaum muslimin lainnya, akan tetapi mengatakan, ‘ini merupakan peradaban barat atau timur, dan ia tidak merasa bangga dengan kepribadiannya di hadapan arus kerusakan mereka, padahal ketika mereka datang ke negera kita dengan pakaian mereka yang memalukan, terbuka dan vulgar, bahkan para wanita mereka ketika berada di negara-negara kaum muslimin berpakaian dengan setengah pahanya terbuka, lehernya terbuka, betisnya terbuka dan berjalan berlenggak-lenggok dengan kedua kakinya, seolah-olah menghentakkan bumi dari bawah dan tidak peduli bahwa dirinya adalah seorang wanita. Lalu, bagaimana dengan kaum laki-laki muslim? Kenapa mesti malu berjalan dengan mengenakan busana muslim yang tertutup di negara mereka? Bukankah ini bukti nyata yang menunjukkan lemahnya kepribadian? Lagi

Hukum Mengucapkan Selamat Natal Kepada Orang Nasrani

Pertanyaan
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Tentang hukum mengucapkan selamat natal kepada orang kafir. Dan bagaimana kita menjawab orang yang mengucapkan natal kepada kita? Apakah boleh mendatangi tempat-tempat yang menyelenggarakan perayaan ini? Apakah seseorang berdosa jika melakukan salah satu hal tadi tanpa disengaja? Baik itu sekedar basa-basi atau karena malu atau karena terpaksa atau karena hal lainnya? Apakah boleh menyerupai mereka dalam hal ini?

Jawaban
“Mengucapkan selamat kepada orang-orang kafir dengan ucapan selamat natal atau ucapan-ucapan lainnya yang berkaitan dengan perayaan agama mereka hukumnya haram, hukum ini telah disepakati. Sebagaimana kutipan dari Ibnul Qayyim dalam bukunya Ahkam Ahl Adz-Dzimmah, yang mana beliau menyebutkan, Adapun ucapan selamat terhadap simbol-simbol kekufuran secara khusus, disepakati hukumnya haram. misalnya, mengucapkan selamat atas hari raya atau puasa mereka dengan mengatakan, ‘Hari yang diberkahi bagimu’ atau ‘Selamat merayakan hari raya ini’ dan sebagainya. Yang demikian ini, kendati si pengucapnya terlepas dari kekufuran, tapi perbuatan ini termasuk yang diharamkan, yaitu setara dengan ucapan selamat atas sujudnya terhadap salib, bahkan dosanya lebih besar di sisi Allah dan kemurkaan Allah lebih besar daripada ucapan selamat terhadap peminum khamr, pembunuh, pezina atau lainnya, karena banyak orang yang tidak mantap agamanya terjerumus dalam hal ini dan tidak mengetahui keburukan perbuatannya. Barangsiapa mengucapkan selamat kepada seorang hamba karena kemaksiatan, bid’ah atau kekufuran, berarti ia telah mengundang kemurkaan dan kemarahan Allah.’ Demikian ungkapan beliau. Lagi

Hukum Mendatangkan Pekerja Non Muslim

Pertanyaan.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : “Apakah Islamnya pembantu rumah tangga merupakan syarat ?”

Jawaban.
Islamnya pembantu rumah tangga bukan syarat, tapi tidak selayaknya seorang Muslim mendatangkan pembantu atau pekerja non Muslim.

Anda semua sudah tahu, bahwa pada zaman sekarang, bahkan sejak beberapa waktu, serangan moralitas tengah dilancarkan oleh musuh-musuh kaum Muslimin di zaman ini, di mana kaum Muslimin mulai kembali kepada Allah, baik tua maupun muda, sehingga semakin gencar serangan terhadap kaum Muslimin yang dilancarkan oleh kaum nashrani, yahudi dan para penyembah berhala. Mungkin anda telah mendengar berita yang lebih banyak daripada yang saya dengar, anda tentu akan tercengang, betapa telah bertambahnya serangan kaum kuffar yang dilancarkan terhadap kaum Muslimin saat ini, mengapa ? Lagi

Previous Older Entries Next Newer Entries

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 138 pengikut lainnya.