Unik, Ikan Ini Adu Kepala Saat Berkelahi

bumphead parrotfish saling menabrakkan kepala saat berkelahi (PLoS ONE)

VIVAnews – Saat menyelam di dasar laut, pendengaran akan didominasi suara gelembung air. Namun, para ilmuwan yang sedang menyelami laut Pasifik Utara dikagetkan suara misterius seperti bunyi senapan tombak. Suara yang belum pernah didengar sebelumnya itu ternyata datang dari adu kepala dua ikan karang, yang disebut parrotfish atau ikan kakak tua.

Lalu, saat mempelajari sekawananbumphead parrotfish – ikan kakak tua raksasa berdahi bulat (Bolbometopon muricatum), yang panjangnya bisa mencapai 1,3 meter dan berat 46 kilogram, para ilmuwan mendokumentasikan perilaku kekerasan hewan itu, dalam video juga gambar.

Nama ikan karang itu dinamai sesuai bentuk mereka yang bulat, yang menambah keeksentrikannya, selain bibir yang cemberut dan wajah berwarna kuning hingga merah muda.

“Suaranya seperti seseorang menembakkan senapan tombak (speargun) di dekat telinga kami. Sebelum melihat sendiri perilakunya, kami berseloroh bahwa ikan ini bisa menyeruduk seperti tanduk kambing,” kata peneliti dari National Marine Fisheries Service, North Carolina, Roldan Munoz kepada Live Science. “Kami terpesona saat menyaksikan dengan mata kepala sendiri perilaku itu.”

Selama musim panas 2011, menjalani sekitar 100 jam snorkeling dan penyelaman, para peneliti menyaksikan ritual menyeruduk kepala bumphead parrotfish di Wake Atoll. Dua ikan jantan berenang berhadapan dan menabrakkan kepala mereka. Tabrakan itu nampak menyakitkan bagi yang melihatnya, apalagi yang merasakannya.

Segera setelah tabrakan terjadi, dua ikan yang saling menantang berenang cepat membentuk pola semi-lingkaran, berusaha menggigit tubuh satu sama lain.

“Setelah berputar-putar, ikan berenang ke arah yang berlawanan. Kemudian mereka berbalik, saling tatap muka, kembali menabrakkan kepala,” tulis para peneliti di jurnal PLoS ONE.

Berdasarkan pengamatan, ritual itu sering terjadi di hari-hari dan lokasi pemijahan. Para peneliti menduga, seleksi seksual menjelaskan mengapa dahi para jantan menonjol dan kebiasaan mereka yang suka menubruk. “Gen para penubruk bertahan dalam populasi ketimbang mereka yang tidak,” kata dia.

Tubrukan antar jantan diyakini sebagai cara untuk menegaskan dominasi dan akses ke teritori tertentu — yang biasanya bisa memberi tanda bagi para betina bahwa jantan siap untuk kawin,” kata Munoz.

Berdasarkan video, jantan yang memedangkan adu tubrukan dahi mempertahankan tempatnya di kolom air untuk menunggu betina.

“Tak seorang pun pernah mendengar adanya spesies ikan laut kepala menyeruduk, sampai sekarang,” kata Munoz.

Tapi mengapa perilaku aneh itu tak diketahui lama?  Para peneliti juga bertanya-tanya. Diduga, karena perilaku tersebut hasil dari kompetisi antar jantan untuk memperebutkan betina, kemungkinan terjadinya hanya di populasi ikan dengan tingkat kepadatan tinggi. Selain di Wake Atoll juga di sepanjang terumbu luar Great Barrier Reef, Australia.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 104 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: