Hukum Isteri yang Tidak Suka Lagi Terhadap Suami

Seorang perempuan apabila tidak suka kepada suaminya tidak sanggup bergaul bersama, maka diperkenankan menebus dirinya dan membeli kemerdekaannya dengan mengembalikan harta yang pernah diberikan oleh suami kepadanya berupa maskawin, atau hadiah dengan sedikit berkurang atau lebih menurut kesepakatan bersama. Akan tetapi yang lebih baik si laki-laki tidak mengambil lebih dari apa yang pernah diberikan.

Firman Allah:

“Jika kamu kawatir mereka berdua tidak dapat menegakkan batas-Batas ketentuan Allah, maka tidak dosa atas keduanya tentang sesuatu yang ia menebus dengannya.” (al-Baqarah: 229)

Isteri Tsabit bin Qais pernah datang kepada Nabi s.a.w. mengadukan:

“Ya Rasulullah! Sesungguhnya Tsabit bin Qais tidak saya cela budi dan agamanya, tetapi saya tidak tahan marahnya. Kemudian Nabi bertanya tentang apa yang pernah dia ambil dari suaminya itu. Ia menjawab: Kebun. Lantas Nabi bertanya lagi., Apakah kamu mau mengembalikan kebun itu kepadanya? Ia menjawab: Ya. Maka bersabdalah Nabi kepada Tsabit: Terimalah kebun itu dan cerailah dia.” (Riwayat Bukhari dan Nasa’i)

Kendati demikian, seorang isteri tidak dibenarkan cepat-cepat minta cerai tanpa alasan yang dapat dibenarkan dan tanpa suatu pendorong yang dapat diterima yang kiranya bisa membawa kepada perceraian antara keduanya. Sebab Rasulullah s.a.w. pernah bersabda sebagai berikut:

“Siapa saja perempuan yang minta cerai kepada suaminya tanpa suatu sebab yang dapat dibenarkan, maka dia tidak akan mencium bau sorga.” (Riwayat Abu Daud)

Halal dan Haram dalam Islam
Oleh Syekh Muhammad Yusuf Qardhawi
Alih bahasa: H. Mu’ammal Hamidy
Penerbit: PT. Bina Ilmu, 1993

About these ads

1 Komentar (+add yours?)

  1. JAY
    Mei 25, 2011 @ 17:04:32

    asalamualakum wr. wb.

    saya tidak tahu harus bertanya di kolom mana, terpaksa saya bertanya disini.

    begini, saya suami dengan 1 istri dan 3 anak, sama-sama bekerja dan satu kantor, hubungan saya dan istri sangat harmonis.

    namun ada ganjalan dalam rumah tangga saya, istri saya senang sekali berjoget apabila ada acara dikantor, padahal sudah berkali-kali saya tunjukan rasa ketidak senangan saya, yang pada akhirnya saya memarahinya (karena memang saya pendiam namun dapat pula menjadi pemarah yang sangat kasar), namun istri tetap saja seperti itu.

    dasar saya mencegahnya, karena hal tersebut selain di larang agama, juga menyebabkan harga diri saya terasa diinjak-injak, dengan pandangan teman-teman kolega yang seperti menyalahkan bahwa suaminya tak dapat mencegah hal tersebut.

    tolonglah beri pandangan, atas masalah tersebut, saya sudah tidak kuat kalo harus marah-marah terus, kasian anak saya.

    terima kasih.

    Balas

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 138 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: